MAJALENGKA, (FC), – Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan bahwa revitalisasi kawasan bersejarah Goa Jepang akan dimulai tahun ini.
Revitalisasi ini dijalankan melalui kolaborasi lintas sektor tanpa menggunakan dana APBD, dengan dukungan pihak swasta yakni dari PT. Leetex Garment Indonesia, perusahaan garmen yang berlokasi di Desa Sinarjati, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka.
Goa Jepang yang terletak di Kelurahan Tonjong Kecamatan Majalengka, memiliki nilai sejarah dari mulai zaman kolonial belanda hingga aktif digunakan pada masa pendudukan Jepang dan berada di jantung Kota Majalengka.
Pemerintah berkomitmen untuk menata ulang kawasan ini menjadi destinasi wisata sejarah yang estetik, edukatif, ramah anak muda dan meningkatkan peluang UMKM lokal.
“Revitalisasi Goa Jepang akan dilaksanakan sesegera mungkin pada tahun ini. Semua pembiayaan akan bersumber dari kolaborasi, dengan tanpa menggunakan APBD. PT Leetex Garment siap membantu dalam penataan kawasan ini,” kata Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Wawan Sarwanto, Senin (28/7).
Rangkaian rapat koordinasi teknis telah beberapa kali dialkukan dengan dipimpin langsung Sekretaris Daerah Majalengka Aeron Randi, atas arahan Bupati Majalengka Eman Suherman. Hadir dalam rakor diantaranya Staf Ahli BUpati, Kodim 0617, Dinas PUTR, Disparbud, Dinas K2UKM, Camat Majalengka, Lurah Tonjong, serta Dinas SDA Provinsi Jawa Barat yang diwakili Satpel Cimanuk Hilir–Kaliwedi dan para Budayawan.
“Kami juga melibatkan ahli budaya, dan semua sepakat untuk memanfaatkan goa ini secara kreatif bahkan menumbuhkan potensi UMKM namun tetap tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Pemasangan pencahayaan di dalam goa yang estetik diperbolehkan agar menarik bagi anak-anak muda yang berkunjung ke goa sambil menikmati kopi,” jelas Wawan.
Pemerintah daerah juga dalam penataan Goa Jepang ini menggandeng para pelaku UMKM yang telah dialkukan seleksi oleh Dinas K2UKM agar kawasan ini tumbuh sebagai ruang publik yang produktif, representative dan tentunya menggeliatkan pelaku UMKM local serta para pelaku budaya.
“Kita ingin Goa Jepang menjadi ikon baru di pusat kota sesuai semangat Bapak Bupati untuk mewujudkan Majalengka Langkung Sae. Gazebo, kedai, dan penataan dalam goa serta aktivitasnya harus mencerminkan kualitas dan estetika Majalengka, bahkan berdasarkan usulan para budayawan nanti untuk menarik para pelajar dan Masyarakat berkunjung akan disediakan baju atau property lainnya untuk berfoto seperti halnya suasana zaman kolonial atau zaman Jepang” ujar Wawan.
Kawasan goa nantinya dipastikan bukan merupakan bagian dari saluran irigasi aktif sehingga aman untuk berdayakan. Berdasarkan kajian teknis dari UPTD SDA Cimanuk – Cisanggarung, meskipun berada di sekitar Bendung di Cigasong, tetapi lokasi Goa Jepang tergolong aman dari potensi banjir karena saluran yang melintasi depan goa merupakan saluran pembuang atau penguras.
Bupati Majalengka Eman Suherman sebelumnya menyatakan, Goa Jepang memiliki potensi besar untuk dikembangkan seperti Goa Pendem di Cilacap. Menurut Eman, revitalisasi Goa Jepang menjadi simbol baru cara Majalengka mengelola sejarah sebagai tempat ruang hidup yang kolaboratif, edukatif, dan ekonomis.
“Saya ingin tempat ini ditata ulang, dicat, dan dijadikan daya tarik wisata yang ekonomis melalui pengelolaan yang kolaboratif berbagai unsur. Kita punya dua bunker Jepang yang belum dimaksimalkan. Ini akan jadi sensasi dan magnet baru karena posisinya berada di pusat kota,” katanya. (Agus)













































































































Discussion about this post