KAB. CIREBON, (FC].- Mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ ) melakukan observasi terhadap salah satu pelaku usaha kuliner ternama di Kabupaten Cirebon , yaitu Empal Gentong H. Apud.
Observasi yang dilakukan oleh kelompok yang diketuai Jelita Septi Rianty , beranggotakan Delina , Keisya , Putri , Sulastri, Talitha, dan Fitri , dengan Dosen Pembimbing Siti Maryam, S.E., M.M.
Kegiatan mahasiswa UGJ ini bertujuan untuk mengkaji strategi bisnis yang diterapkan pelaku usaha dalam mempertahankan kualitas serta pelayanan dalam menghadapi persaingan industri makanan tradisional.
Didirikan sejak tahun 1995 oleh H. Mahfud, usaha ini bermula dari rumah pribadi di kawasan Batembat.
Awalnya menggunakan nama Empal Gentong Pak Kumis, kemudian berubah menjadi Empal Gentong H . Apud setelah sang pemilik menunaikan ibadah haji.
Kini, usaha tersebut telah memiliki tiga lokasi strategis di wilayah Cirebon, termasuk pusatnya di Batembat.
Keberhasilan Empal Gentong H. Apud dalam menjaga eksistensinya menjadi bukti bahwa strategi bisnis yang tepat dapat membawa kuliner tradisional tetap bersinar.
Salah satu kunci utama kesuksesan mereka adalah konsistensi baik dalam rasa maupun pelayanan.
Empal gentong merupakan hidangan tradisional khas Cirebon berbahan dasar daging sapi dengan kuah santan dan bumbu rempah yang kuat.

Untuk mempertahankan kualitas, Empal Gentong H. Apud hanya menggunakan bahan-bahan segar dan berkualitas. Awalnya, mereka memasak dengan metode tradisional, yakni menggunakan gentong tanah liat dan kayu bakar.
Di era modern ini mereka memasaknya menggunakan dandang stainless, dengan tetap mempertahankan cita rasa khas Cirebon.
Menurut Kompas.id (2024), Empal Gentong H.Apud merupakan salah satu kuliner khas Cirebon yang paling direkomendasikan saat musim mudik dan libur panjang karena mampu mempertahankan cita rasa otentik dan kualitas pelayanan yang konsisten meskipun harus melayani ribuan pengunjung per hari.
Ragam menu yang ditawarkan mencakup Empal Gentong, Empal Asem, Sate Kambing, dan berbagai pilihan hidangan tradisional lainnya dengan harga yang relatif terjangkau.
Untuk menjaga cita rasa dan memberikan pelayanan terbaik, H. Apud menerapkan standar operasional yang ketat bagi seluruh karyawan, mulai dari dapur hingga pelayanan terhadap pelanggan. Pelatihan berkala dan pengawasan langsung dari anggota keluarga pendiri menjadi rutinitas untuk menjaga mutu dan kepuasan pelanggan.
Strategi promosi yang dilakukan cukup unik dan konsisten.
Spanduk berwarna biru-kuning menjadi identitas visual yang dikenali banyak orang, serta menjadi salah satu faktor daya tarik tersendiri di mata pelanggan lokal maupun luar kota.
Memasuki era digital, Empal Gentong H. Apud telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi dan platform pemesanan produk kemasan kaleng secara online.
Baca Juga: 50 Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGJ Kunjungan Company Visit ke PT. Zebra Asaba Industries
Dengan demikian, mereka mampu menjangkau pasar yang lebih luas termasuk generasi muda tanpa meninggalkan pelanggan setia.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa kunci bertahan di tengah perubahan zaman adalah kombinasi antara pelestarian tradisi dan inovasi.
Dengan strategi yang matang dan komitmen tinggi terhadap kualitas, Empal Gentong H. Apud menjadi contoh nyata bagaimana bisnis kuliner lokal bisa bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.
Ada beberapa Langkah strategis yang perlu disiapkan agar kualitas tetap terjaga dan kepercayaan pelanggan tidak berkurang yaitu dengan cara menyiapkan SDM yg terlatih, melakukan pengawasan rutin ke setiap cabang.
Kemudian menjalin kerja sama dengan pemasok bahan baku lokal yang berkualitas dapat menjadi solusi untuk menjaga kestabilan operasional di berbagai cabang.
Pengembangan produk siap saji seperti Empal Gentong kemasan bisa menjadi solusi untuk menjangkau pasar lebih luas tanpa harus mengorbankan konsistensi rasa.
Dengan persiapan dan pengawasan yang tepat, Empal Gentong H. Apud berpeluang besar untuk terus berkembang tanpa kehilangan keaslian rasa yang telah menjadi kebanggaan kuliner khas Cirebon.
Produk ini memungkinkan distribusi luas dengan kontrol kualitas yang lebih mudah, sesuai dengan tren convenience food masa kini.
Berdasarkan hasil observasi, dapat disimpulkan bahwa Empal Gentong H. Apud merupakan UMKM yang sukses dalam mempertahankan eksistensinya.
Keberhasilan usaha ini terletak pada kemampuannya mempertahankan cita rasa makanan dengan resep tradisional dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital .
Strategi ini membuktikan bahwa UMKM lokal mampu bertahan dan dapat bersaing di era modern, serta patut dijadikan inspirasi bagi wirausaha lainnya. (Rls/FC)















































































































Discussion about this post