KOTA CIREBON, (FC).- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon mulai memfokuskan fungsi Gedung Kesenian Rarasantang yang terletak di Komplek Stadion Bima sebagai pusat aktivitas komunitas teater lokal.
Langkah ini dilakukan seiring dengan upaya revitalisasi area amphitheater outdoor di kawasan tersebut.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengatakan pemanfaatan gedung ini bertujuan untuk menghidupkan kembali geliat seni pertunjukan, khususnya teater, agar lebih aktif dan berkelanjutan.
“Mulai kemarin sudah digunakan oleh beberapa sanggar untuk latihan, khususnya komunitas teater,” ungkap Agus, Sabtu (12/7).
Ia menjelaskan perbaikan awal pada bagian amphitheater telah dilakukan, termasuk meratakan batu-batu yang rusak dan akan memasang elemen pendukung seperti backdrop panggung.
“Gedung ini akan menjadi ruang utama pertunjukan teater, namun tetap terbuka untuk kegiatan kesenian lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap ekosistem seni budaya,” ungkapnya.
Selain Gedung Kesenian Rarasantang, Disbudpar juga memaksimalkan penggunaan ruang lainnya. Seperti Gedung Bundar di Kawasan Kebumen untuk kegiatan seni tradisi, sementara Museum Daerah diarahkan untuk aktivitas ekonomi kreatif, dan kantor Disbudpar nantinya akan digunakan sebagai ruang untuk musik.
“Pola ini dirancang agar tiap ruang punya fungsi spesifik yang saling melengkapi. Sehingga kegiatan kesenian bisa berjalan simultan dan lebih terfasilitasi,” jelas Agus.
Ia juga menyebut, sambil menunggu proses renovasi Gedung Kesenian, yang membutuhkan anggaran besar dan waktu panjang, pihaknya terus mendorong optimalisasi ruang yang ada.
Untuk mendukung kegiatan seni berskala besar, Disbudpar menyiapkan Lapangan Kebumen sebagai alternatif. Lokasi ini dinilai strategis karena memiliki amphitheater terbuka dan lahan luas.
“Untuk ajang besar kita arahkan ke Kebumen, sedangkan kegiatan komunitas tetap kita dorong berjalan di ruang-ruang yang sudah ada,” katanya.
Agus juga mengungkapkan Lapangan Kebumen berpotensi menjadi Titik Nol Kilometer Kota Cirebon yang baru, sebagai bagian dari rencana pengembangan destinasi budaya.
Ia menegaskan, ketersediaan ruang yang sesuai dengan karakter komunitas akan menjadi faktor penting dalam memperkuat perkembangan seni pertunjukan di Kota Cirebon, terutama teater.
“Kami berharap komunitas teater semakin hidup, ruangnya tersedia, penontonnya tumbuh, sehingga Cirebon punya ekosistem seni yang kuat,” pungkasnya. (Agus)




















































































































Discussion about this post