KAB.CIREBON, (FC).- Aktivitas galian material tanah dan batu yang diduga ilegal kembali marak di kawasan Gunung Benggoi, Blok Benggoi, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon.
Kegiatan tersebut berlangsung hampir setiap hari dan memicu antrean truk pengangkut material hingga puluhan unit.
Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas bongkar muat material berlangsung sejak pagi hingga sore. Truk-truk tampak mengular di sepanjang akses jalan menuju area galian.
Salah seorang warga, Devi, mengatakan antrean truk pada pagi hari bisa mencapai 15 hingga 20 unit, dengan aktivitas berlangsung sepanjang hari.
“Kalau pagi antrean bisa 15 sampai 20 truk. Aktivitasnya dari pagi sampai sore,” ujar Devi, Rabu (8/4).
Ia menyebutkan, aktivitas galian tersebut bukan kali pertama terjadi. Lokasi sebelumnya sempat dihentikan, namun kini kembali beroperasi dan bahkan muncul titik galian baru yang diduga menjadi area tambahan.
Warga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Selain berpotensi merusak lingkungan, mereka juga khawatir terjadi longsor seperti peristiwa yang pernah terjadi di kawasan Gunung Kuda.
“Takut terjadi longsor lagi. Kejadian sebelumnya masih membekas,” katanya.
Selain itu, warga juga mencatat adanya perubahan tenaga kerja di lokasi. Jika sebelumnya melibatkan warga setempat, kini aktivitas lebih banyak didominasi pekerja dari luar daerah.
Di sisi lain, meski Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mengimbau penertiban tambang ilegal, aktivitas serupa masih ditemukan di lapangan.
Warga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas galian yang diduga ilegal tersebut, guna mencegah dampak lebih luas terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat. (Johan)











































































































Discussion about this post