MAJALENGKA, (FC).- Sekretaris Daerah Majalengka, Aeron Randi menegaskan pembinaan atlet di daerah tetap berjalan meski kantor KONI Majalengka sempat digeledah penyidik terkait dugaan penyimpangan dana hibah tahun anggaran 2024–2025.
Menurut Aeron, proses hukum yang sedang berlangsung tidak boleh mengganggu pembinaan cabang olahraga maupun persiapan atlet menuju ajang.
“Pembinaan cabang olahraga tidak boleh berhenti. Dalam rangka meningkatkan prestasi dan sebagai wadah pembinaan atlet, semuanya harus tetap berjalan. Kasus yang sedang berjalan tidak boleh menghentikan pembinaan karena pemerintah daerah melalui Dispora tetap siap memfasilitasi,” kata Aeron Randi, Rabu (8/4).
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Majalengka menghormati sepenuhnya proses hukum yang dilakukan Kejari. Namun, di sisi lain, keberlangsungan pembinaan atlet tetap menjadi prioritas agar target prestasi daerah tidak terganggu. Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Majalengka telah menyiapkan anggaran pembinaan olahraga sebesar Rp3 miliar untuk periode 2025 hingga 2026.
“Tahun 2025 sampai 2026 sudah dianggarkan sekitar Rp3 miliar. Kita akan evaluasi dan tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan. Kondisi ini harus disikapi dengan penuh kehati-hatian,” katanya.
Aeron juga meminta seluruh pengurus cabang olahraga (pengcab) tidak perlu khawatir terhadap dinamika yang terjadi di tubuh KONI. Ia memastikan, pemerintah daerah tetap hadir dalam mendukung pembinaan atlet dan persiapan menuju Porprov.
“Pengcab jangan khawatir menghadapi Porprov. Pembinaan tetap berjalan dan pemerintah daerah siap memfasilitasi,” tegasnya.
Lebih jauh, Aeron mengingatkan, keberadaan KONI merupakan bentuk pengabdian untuk memajukan olahraga daerah, bukan sebagai tempat menggantungkan kehidupan.
“KONI adalah jabatan pengabdian, jangan pernah menggantungkan hidup di KONI. Yang terpenting adalah bagaimana memfasilitasi atlet dan melahirkan atlet berprestasi,” ujarnya.
Ia juga mendorong pengurus cabang olahraga agar lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan prestasi atlet, termasuk melalui kolaborasi lintas sektor.
“Daerah lain bisa lebih kreatif dalam meningkatkan prestasi, sehingga kita juga harus mampu melahirkan atlet-atlet unggulan,” katanya.
Dengan dukungan anggaran, fasilitas, serta komitmen bersama, pembinaan atlet diharapkan tetap berjalan optimal dan mampu membawa prestasi di tingkat provinsi hingga nasional.
Sementara itu, proses penyelidikan oleh Kejari Majalengka terkait dugaan penyimpangan dana hibah KONI masih terus berlangsung. Pemerintah daerah menegaskan akan menghormati seluruh proses hukum serta mendukung penegakan hukum secara transparan dan akuntabel. (Munadi)











































































































Discussion about this post