MAJALENGKA, (FC).– Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka mulai menerapkan Ujian Tengah Semester (UTS) sekolah dasar berbasis digital di seluruh SD sejak Senin, (6/4) kemarin.
Kebijakan ini menjadi langkah baru dalam pelaksanaan ujian, sekaligus upaya efisiensi anggaran dan peningkatan kemampuan teknologi siswa sejak dini.
Pelaksanaan ujian dibedakan berdasarkan jenjang kelas. Untuk siswa kelas 1 hingga kelas 3, soal ditampilkan melalui layar LED atau proyektor, sementara jawaban tetap ditulis di lembar yang disediakan. Adapun siswa kelas 4 hingga kelas 6 mengerjakan ujian menggunakan handphone melalui aplikasi Google Form.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, RD Umar Maruf, menjelaskan bahwa penerapan ujian berbasis digital ini merupakan bagian dari program dinas dalam mendukung visi Bupati Majalengka mewujudkan “Majalengka Langkung SAE”, sekaligus menindaklanjuti instruksi efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo.
“Dengan sistem digital, biaya operasional seperti pencetakan soal bisa ditekan. Anggaran dari dana BOS yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan tersebut dapat dialihkan ke pos lain yang lebih produktif,” ujar Umar, Rabu (8/4).
Ia menambahkan, untuk kelas bawah, penggunaan layar LED merupakan bagian dari pemanfaatan bantuan pemerintah pusat. Siswa membaca soal yang ditampilkan di layar, kemudian mengisi jawaban di kertas. Sementara sekolah yang belum memiliki fasilitas LED dapat menggunakan proyektor dan laptop yang tersedia.
Sedangkan untuk kelas atas, ujian dilakukan sepenuhnya berbasis digital menggunakan perangkat handphone. Soal dan jawaban diakses melalui aplikasi, sehingga prosesnya lebih praktis dan terintegrasi.
Guna memastikan pemerataan, pihak sekolah juga menyediakan fasilitas bagi siswa yang tidak memiliki perangkat. Bantuan berupa pinjaman handphone atau laptop, hingga penyediaan kuota internet dan jaringan WiFi disiapkan agar seluruh siswa dapat mengikuti ujian tanpa kendala.
Ketua Koordinator Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Majalengka, Ading, menilai kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga sebagai sarana edukasi digital bagi siswa.
“Program ini membantu siswa terbiasa menggunakan aplikasi digital dalam proses belajar. Selain itu, tidak membebani orang tua karena seluruh fasilitas sudah disiapkan oleh dinas dan sekolah,” kata Ading.
Ia menyebut, ujian berbasis digital ini menjadi salah satu inovasi Dinas Pendidikan Majalengka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempercepat adaptasi teknologi di lingkungan sekolah dasar.
Dengan penerapan ini, Pemkab Majalengka menegaskan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan yang lebih modern, efisien, dan selaras dengan arah kebijakan pembangunan daerah. (Munadi)











































































































Discussion about this post