KOTA CIREBON, (FC).– Direncanakan pada Bulan Juli, Kota Cirebon akan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ditengah pandemi Covid-19.
Untuk memastikan kesiapannya, Disdik kota Kota Cirebon menggelar simulasi PTM dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) di dua sekolah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi didampingi Kadisdik Irawan Wahyono, meninjau pelaksanaan simulasi di SMP Negeri 5 dan Kinderfield Primary School. S
arana dan prasarana yang disiapkan dua sekolah tersebut diperiksa dengan seksama,untuk mencegah penyebaran Covid-19. Mulai dari pengukur suhu, sarana cuci tangan, pengaturan jarak dan lainnya.
Memasuki ruang kelas, sejumlah guru yang berperan sebagai siswa terlihat duduk berjarak. Di SMP Negeri 5 terlihat tiga buah meja diletakkan berdempetan namun hanya diisi oleh satu orang siswa.
Sedangkan di Kinderderfield Primary School terlihat meja dan kursi diletakkan dalam kotak-kotak yang saling berjarak. Semuanya berjarak sekitar 1 meter.
Dikatakan Agus Mulyadi, pihaknya dari Satgas Penanganan Covid-19 Kota Cirebon berharap, tahun ajaran baru ini PTM bisa digelar di Kota Cirebon.
“Simulasi digelar hari ini dengan mengambil sampel satu SMP Negeri dan satu SMP swasta di Kota Cirebon. Hasil dari simulasi hari ini akan kita evaluasi,” ucapan.
Pria yang akrab disapa Gusmul ini melanjutkan, pihaknya juga akan mendengarkan dulu paparan dari Kadisdik mengenai kesiapan PTM disetiap sekolah di Kota Cirebon.
Terutama mengenai kelengkapan sarana dan prasarana untuk menjalankan protokol kesehatan (prokes) di setiap sekolah.
“Baru setelah itu simulasi dengan siswa secara terbatas sambil menunggu regulasi dari pemerintah pusat. Namun yang terpenting dilakukan yaitu mengendalikan penyebaran Covid-19 sehingga jumlah yang terpapar bisa menurun,” ungkapnya.
Gusmul memberikan sejumlah catatan, diantaranya setiap kelas nantinya hanya diisi oleh 25 persen siswa dan penempatan ruang isolasi di setiap sekolah. Ruang isolasi harus ditempatkan di ruang yang mudah dijangkau oleh kendaraan.
Selain itu, dalam pelaksanaan PTM tidak menghilangkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sehingga kombinasi pembelajaran tatap muka dan online akan dilakukan.
Kadisdik Irawan Wahyono menambahkan, pelaksanaan prokes saat PTM merupakan hal utama yang harus dilakukan. Simulasi melibatkan siswa baru akan kita gelar setelah ada evaluasi dari simulasi yang kita gelar hari ini.
“Dari hasil simulasi PTM hari ini ada beberapa hal yang harus diperbaiki, namun perbaikan segera dilakukan sehingga saat PTM prokes bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. (Agus)Â








































































































Discussion about this post