KOTA CIREBON, (FC).- Kabar adanya investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah pesisir Kesenden dan Kejawanan, mendapatkan dukungan dan respon yang positif dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon.
Apalagi investor tersebut kabarnya akan membuat perkebunan kelapa dan destinasi wisata pantai dan laut. Tentunya hal ini sangat berhubungan dengan pengembangan pariwisata di Kota Cirebon.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon, Agus Sukmanjaya mengatakan, kawasan Pelabuhan Kejawanan dalam pengelolaan Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang konsep pengembangan wisatanya lebih luas.
Yang pertama, adalah pengembangan konsep pariwisata modern, kemudian pengembangan perikanannya. Dalam hal ini, pihaknya sangat mendukung pengembangan wisata tersebut.
Ditambah lagi ada investor yang melirik Kawasan tersebut untuk menjadi tempat wisata baru, dan ditanami pohon kelapa Thailand.
“Konsep pengembangan pariwisata modern, dan konsep pengembangan perikanannya, itu konsepnya dirancang oleh KKP Kejawanan. Alhamdulillah mendapatkan respon DPMPTSP untuk penanaman pohon kepala dan lainnya. Jadi selama penataan lingkungan dan berdampak pada pengembangan wisata, saya pikir sangat mendukung,” terangnya.
Sebelumnya, Plt Kepala DPMPTSP Kota Cirebon Icip Suryadi mengatakan, pada 3 September lalu, pihaknya mengantarkan pengusaha perkebunan untuk berkeliling pantai Kesenden dan Kejawanan. Dalam obrolan itu, pengusaha melirik Kesenden dan Kejawanan cocok ditanami pohon kelapa Thailand.
“Menurut investor dengan kadar kalsium tinggi di pesisir Kesenden dan Kejawanan cocok ditanami pohon kelapa Thailand. Dalam waktu 3 tahun pohon kelapa yang berdekatan dengan air laut dengan kadar kalsium tinggi akan cepat tumbuh besar dan buahnya rimbun,” ujarnya.
Dengan tumbuhnya pohon kepala Thailand otomatis pesisir Kesenden dan Kejawanan juga bisa dijadikan pusat restoran seafood dengan view menghadap ke laut pantura.
Tentunya, seafood hasil tangkapan nelayan bisa langsung dijual kepada restoran tersebut. Sehingga kedua pihak bisa saling menguntungkan.
“Hasil tangkapan ikan para nelayan di wilayah itu bisa langsung dibeli pemilik restoran. Nelayan tidak perlu menjualnya ke kota lain,” terangnya.
Icip menawarkan kerja sama win-win solution dengan investor. Pengusaha akan mempersiapkan benih pohon kelapa dan infrastruktur pendukung. Sedangkan Pemerintah Kota Cirebon menyediakan lahan dan Sumber Daya Manusia (SDM).
“Intinya kerja sama yang saling menguntungkan. Tapi kami akan coba tunggu, ada beberapa proses yang harus kami lewati,” ujarnya.
Icip tidak memungkiri, di pesisir pantai Kesenden terkendala dengan tumpukan sampah di bibir pantai. Sedangkan di Kejawanan terkendala infrastruktur jalan yang belum tersedia.
Hal ini akan menjadi tugas pemerintah yang akan segera dibenahi.Ia berharap rencana ini bisa terwujud agar bisa menjadi destinasi wisata baru di Kota Cirebon, mengurangi pengangguran dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah PAD bagi pemerintah Kota Cirebon. (Agus)













































































































Discussion about this post