KAB. CIREBON, (FC),- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon mendukung dan mensupport rencana kegiatan festival budaya yang akan digelar Forum Komunikasi Warga Sutajaya Gebang (FKWSG) Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon.
Hal itu terungkap saat Kadisbudpar Kabupaten Cirebon melakukan silaturahmi dengan pengurus FKWSG di kediaman Ketua FKWSG, Tarmadi Desa Gebangilir Kecamatan Gebang Kabupaten Cirebon, Senin (2/11).
Kasisbudpar Kabupaten Cirebon Deny Nurcahya kepada FC mengungkapkan, pihaknya berterima kasih kepada FKWSG, yang telah peduli untuk mengangkat dan melestarikan seni dan budaya Kabupaten Cirebon.
Pihaknya sangat mendukung setiap langkah yang dilakukan baik institusi maupun perorangan yang ingin mengangkat dan melestatikan seni budaya Kabupaten Cirebon.
Hal demikian agar seni budaya tetap lestari, meski masuknya budaya modern. Pemerintah merasa memiliki kewajiban melakukan dukungan tersebut.
Apalagi pasca pandemi banyak para pelaku seni budaya yang harus tiarap karena tidak ada job pekerhaan mereka.
“Kita mendukung kegiatan-kegiatan yang sifatnya meningkatkan kegiatan kebudayaan, selama menjaga prokes bisa dibolehkan dilaksanakan,” ungkapnya.
Sementara ketua FJWSG, Tarmadi menjelaskan, festival budaya yang akan digelar tersebut adalah rentetan dari acara Haul Pangeran Sutajaya Dan Pangeran Penganten ke 7. Yang dipusatkan di Keraton/ Rumah Adat Gebang Desa Gebang Kulon.
Menurutnya, haul Pangeran Sutajaya dan Pangeran Penganten merupakan acara tradisi dan budaya masyarakat Gebang yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya.
Di tahun 2020 saat pandemi Covid-19 memuncak, pelaksanaan haul digelar secara sederhana dengan menggelar acara Tawassul dan ziarah ke makam Pangeran Sutajaya dan Pangeran Penganten, tanpa diikuti kegiatan yang mengirinya seperti karnaval paksi nagaliman, pentas seni budaya dan kegiatan sosial serta acara lainnya.
“Pangeran Sutajaya dan Pangeran pengantin adalah tokoh penyebar Agama Islam di wilayah Gebang. Selain sebagai penyebar Agama Islam, keduanya juga sebagai budayawan beberapa hasil karya budayanya hingga saat ini masih ada. Salah satunya cerita Ki Bedug Basuh, yang akan kita mainkan dalam pagelaran kolosal nanti,” ungkapnya.
Dijelaskan Tarmadi, rentetan acara dari mulai praksara hingga acara puncak, diantaranya pada Rabu (10/11) akan digelar pameran jajanan tradisional, yang disajikan untuk pengunjung secara gratis.
Pemberian bantuan paket sembako kepada anak yatim piatu dan fakir miskin kemudian acara dilanjutkan pada Sabtu (13/11) Tawasul Akbar ke mMakam Pangeran Sutajaya dan Pangeran Pengantin dan saresehan.
Kemudian kegiatan vaksinasi massal dan pemberian donasi secara roadshow keliling Kecamatan Gebang, acara selanjutnya Minggu (14/11) adalah festival burok yang akan diikuti 16 group seni burok, dilanjutkanbpada malam harinya pagelaran budaya dan pagelaran kolosal cerita Ki Bedug Basuh yang akan diperankannseniman asal Gebang beserta para kuwu.
“Kami dari FKWSG menyampaikan banyak terima kasih kepada Disbudpar Kabupaten Cirebon yang telah mendukung penuh acara yang akan kami gelar. Semoga acara yang kita rencanakan akan berjalan lancar dan sukses,” harapnya. (Nawawi).











































































































Discussion about this post