KOTA CIREBON, (FC). – Polemik Keraton Kasepuhan nampaknya masih menjadi bola panas yang terus membesar seiring perjalanan waktu.
Setelah sebelumnya pihak PRA Luqman Zulkaedin angkat suara melalui Patih Sepuh Pangeran Raja Goemelar Soeriadiningrat, kali ini salah satu keluarga Keraton Kanoman Cirebon Ratu Raja Mawar menanggapi polemik tersebut.
Ratu Mawar mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan pihak dari Luqman yang memainkan garis keturunan atau trah dari Sunan Gunung Jati.
“Kita sudah memberikan waktu dan kesempatan kepada yang bersangkutan, jangan bermain-main dengan mengatasnamakan trah Sunan Gunung Jati,” katanya kepada FC, Kamis (1/7).
Pihaknya selalu mengikuti perkembangan yang ada, terlebih lagi saudara Gugum yang secara prosedural tidak mudah untuk menjadi patih.
Baca Juga: Patih Sepuh Keraton Kasepuhan Siap Bantu PRA Lukman
“Saya juga tidak tahu mekanisme darimana gugum bisa dijadikan patih, yang artinya beliau sama saja mempermainkan trah dari Sunan Gunung Jati,” lanjutnya.
Ratu Mawar juga meminta kepada Luqman untuk tidak mengatasnamakan sebagai trah, dan juga diharapkan berhati-hati untuk mengatasnamakan keturunan Sunan Gunung Jati.
“Kami juga menemukan beberapa kejanggalan, kalau misalkan mereka ingin mempunyai kedudukan, bikin saja keraton sendiri, secara hukum yang mempunyai hak adalah trahnya,” tegasnya.
Perlu diketahui, dari fakta sejarah, sultan yang memang berasal dari trah Sunan Gunung Jati, hanya sebatas sampai Sultan Ke V, yaitu Sultan Mantangaji.
“Jikalau memang memaksa untuk menempuh jalur hukum, kita siap, mereka yang harus bersiap-siap untuk menempuh jalur hukum,” tegasnya.
Ratu Mawar mengatakan, pihaknya saat ini sedang memberi kesempatan kepada keluarga Luqman untuk menyadari siapa dirinya sebenarnya.
“Kalau sudah ada proses hukum itu sangat merugikan pihak mereka, tapi pasti kita tetap lakukan langkah-langkah hukum,” tandasnya. (Sakti)












































































































Discussion about this post