Atas kejadian tersebut pihaknya akan memperbaiki data yang belum tepat tersebut untuk diusulkan pada pencairan tahap ketiga dan keempat sesuai surat edaran Kadinsos Provinsi Jabar melalui aplikasi sapa warga agar data masyarakat yang terlewat belum mendapat dan layak mendapatkan bantuan bisa diusulkan, perbaikan data dilakukan dari tanggal 15-22 Juli 2020.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para kuwu yang telah melakukan konfirmasi berbagai permasalahan yang ada dalam penyaluran banprov, intinya ada yang perlu diperbaiki akan kami perbaiki, permasalahan di daerah akan dilakukan koordinasi dengan baik dan dijadikan sebagai bahan evaluasi bagi Dinsos provinsi,” terangnya.
Ditbahkan Lucky, untuk jumlah penerima banprov pada tahap pertama 1, 4 juta penerima dan pada tahap kedua sebanyak 1,3 juta penerima. Secara keseluruhan untuk data penerima banprov antara tahap pertama dengan tahap kedua tidak terlalu banyak penurunan data penerima.
Sementara untuk bentuk bantuan paket pada tahap pertama dengan tahap kedua ada perbedaan diantaranya telur karena riskan maka diganti dengan masker dan susu kotak sehingga bisa bertahan cukup lama.
Penggantian tersebut juga atas dsar usulan masyarakat yang disampaikan melalui aplikasi sapa warga.
“Ganti masker keterkaitan dengan wabah covid-19 dimana masker sangat dibutuhkan, kami menggantinya sesuai masukan dari masyarakat agar sesuai dengan harapan,” terang Lucky.(Nawawi)

















































































































Discussion about this post