KOTA CIREBON, (FC).- Pandemi Covid-19 membuat sektor perekonomian mengalami penurunan. Termasuk pada iklim investasi, investor yang masuk pun hanya sedikit yang menanamkan modalnya. Mereka lebih banyak menahan diri (wait and see) menunggu perkembangan Covid-19.
Untuk Kota Cirebon, diterangkan Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Kota Cirebon Hanry David, investasi di Kota Wali ini juga terdampak Covid-19. Namun ada sejumlah investor dan pengusaha yang tidak terpengaruh dan tetap menanamkan modalnya.
“Kita bersyukur, ada investor yang mempercayai modalnya untuk ditanamkan di Kota Cirebon,” ungkapnya kepada FC, Senin (21/9).
Sebagai kota yang mengandalkan pendapatan dan investasi dari sektor perdagangan dan jasa, tentunya sektor ini yang menjadi incaran investor. Perdagangan retail, kebutuhan perusahaan dan masyarakat, sementara pada jasa ada beberapa investor yang tertarik pada jasa kepariwisataan.
“Kami mencatat, sampai akhir Agustus kemarin ada kenaikan investasi sebesar Rp50 miliar, menjadi Rp550 miliar. Pergerakan investasi ini kami nilai positif. Ditargetkan sampai akhir tahun bisa mencapai nilai Rp600 miliar,” jelasnya.
Terkait investasi kepariwisataan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PD Pembangunan. Karena akan ada rencana pengembangan kawasan Kesenden menjadi wilayah wisata bahari. Nilainya belum diungkap, namun melihat luas dan rancangannya, pihaknya yakin investasi ini bisa ratusan miliar rupiah.
Selain itu, sesuai dengan arah pembangunan Kota Cirebon yang diprioritaskan ke wilayah selatan, maka destinasi wisata juga akan dikembangkan disana. Bisa untuk wisata religi, karena di wilayah itu banyak pesantren dan warganya yang religius. Kemudian ada puncak tertinggi di Kota Cirebon juga ada di selatan, bisa dibangun untuk destinasi wisata alam dengan view yang indah.
Namun yang masih dikhawatirkannya adalah terjadinya second wave dari pandemi Covid-19 ini. Yang bisa memperlambat investor masuk ke Kota Cirebon, dan ini bisa menjadi perlambatan investasi seperti yang terjadi pada awal pandemi Covid-19.
“Jadi mari kita sama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan. Ini demi kebaikan semuanya,” ucap mantan Kabid Bina Marga PUPR ini. (gus)















































































































Discussion about this post