KUNINGAN, (FC).- Ruang diskusi publik kembali hidup di awal 2026. Melalui agenda Diskusi Warung Rakyat bertajuk Kiprah Pemuda Kuningan, berbagai gagasan dan sikap kritis pemuda mengemuka dalam pertemuan yang digelar di Semoga Djaya, Kamis (8/1).
Diskusi berlangsung dinamis dan terbuka dengan menghadirkan pemerhati sosial muda Yusup Dandi, akademisi muda Iim Suryahim, serta politisi muda Kuningan M. Ridho Suganda atau akrab disapa Edo. Sejumlah organisasi kepemudaan, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat umum turut hadir dan terlibat aktif dalam diskusi.
Dalam forum tersebut, Edo menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kedewasaan politik dan tanggung jawab pemuda pasca Pilkada.
Meski sempat berseberangan secara politik, Edo menegaskan komitmennya untuk mendukung pemerintahan Dian Rahmat Yanuar dan Tuti Andriani demi kepentingan yang lebih besar, yakni kemajuan daerah.
“Walaupun saya kalah dalam Pilkada kemarin, tapi sebagai pemuda saya harus bersikap dewasa. Pemerintahan Pak Dian dan Ibu Tuti harus kita dukung, karena yang diperjuangkan adalah Kuningan,” ujar Edo.
Ia menilai pemuda tidak cukup hanya kritis dari luar, tetapi harus berani terlibat dan mengambil peran nyata di tengah berbagai persoalan daerah yang dihadapi saat ini.
“Kuningan sedang menghadapi banyak tantangan. Di sinilah pemuda diuji, apakah hanya mengomentari atau benar-benar hadir memberi solusi dan kontribusi nyata,” tegasnya.
Diskusi Warung Rakyat ini menjadi ruang bertemunya ide, kritik, dan harapan, sekaligus pengingat bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah. Forum ini diharapkan terus berlanjut sebagai wadah dialog yang mendorong lahirnya gagasan dan gerakan positif bagi masa depan Kuningan.(Angga)













































































































Discussion about this post