Dari Aspirasi Warga ke Sikap Tegas KDM Soal Ciremai
KUNINGAN, (FC).- Aspirasi masyarakat terkait maraknya aktivitas usaha di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berujung pada sikap tegas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Ia menegaskan kawasan hutan konservasi tidak boleh dijadikan ruang komersialisasi dalam bentuk apa pun.
Sikap tersebut disampaikan KDM setelah menerima langsung tuntutan Aliansi Masyarakat Kuningan (ALAMKU) yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Sate, Selasa (6/1/2026).
Aksi itu menyoroti dugaan aktivitas usaha di sekitar dan di dalam kawasan TNGC yang dinilai melanggar prinsip konservasi.
KDM menyatakan, meskipun pengelolaan taman nasional berada di bawah kewenangan pemerintah pusat, pemerintah daerah tidak dapat menutup mata ketika muncul kegiatan yang berpotensi merusak lingkungan dan menimbulkan kegelisahan masyarakat.
“Kalau dampaknya dirasakan langsung oleh warga dan alam di wilayah kita, maka tidak bisa didiamkan. Perlindungan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ujar KDM, Sabtu (9/1).
Ia mengungkapkan adanya belasan aktivitas usaha di sekitar kawasan TNGC yang hingga kini dipertanyakan legalitasnya.
Bentuknya beragam, mulai dari rumah makan hingga kegiatan komersial lain yang dinilai tidak sejalan dengan fungsi kawasan konservasi.
Menurut KDM, status taman nasional memiliki aturan ketat yang tidak membuka ruang bagi praktik bisnis bebas.
Ia menekankan bahwa lembaga pengelola kehutanan seharusnya fokus menjaga kelestarian hutan, bukan mendorong pemanfaatan ekonomi yang berisiko merusak ekosistem.
“Hutan itu memiliki fungsi ekologis dan nilai budaya yang tinggi. Dalam tradisi Sunda dikenal leuweung larangan, kawasan yang tidak boleh diganggu. Prinsip itu harus dihormati,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, KDM meminta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan nota resmi dan surat keberatan kepada Kementerian Kehutanan.
Surat tersebut akan berisi permintaan penghentian seluruh aktivitas usaha yang diduga melanggar ketentuan di kawasan TNGC.
Selain itu, KDM menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan generasi muda yang aktif menyuarakan isu lingkungan.
Menurutnya, kepedulian generasi Z terhadap kelestarian alam menjadi sinyal positif bagi masa depan ekologi Jawa Barat.
“Kesadaran anak-anak muda ini penting. Mereka berani mengoreksi dan menjaga alam agar tidak terus dikorbankan,” ucapnya.
KDM juga memastikan akan turun langsung ke kawasan TNGC bersama perwakilan masyarakat untuk melihat kondisi di lapangan, setelah menyelesaikan agenda kunjungan kerja ke Sumatera Utara.
“Nanti kita cek langsung ke Ciremai,” pungkasnya. (Angga)



Tinggalkan Balasan