“Perum di sini sudah tiga tahun berdiri dan penghuninya sudah banyak, lebih dari 70 KK, sehingga seharunya mushola itu sudah haru ada untuk warganya melakukan sholat dan ibadah yang lainnya,” ujar Yayan saat ditemui seusai sholat tarawih, Selasa (4/4) malam.
Yayan menegaskan, jarak perum dengan masjid atau mushola dengan blok lain di desanya cukuplah jauh, sehingga warga perum disini terpaksa menyewa panggung dan tenda serta memasangnya di lahan yang kosong di perum ini.
“Kami rereongan nyewa tenda dan panggung dua lokal ukuran 5X5 meter untuk dijadikan mushola sementara. Ini juga hanya bisa menampung jamaah laki laki, sementara kaum ibu ibu tarawihnya menggunakan jalan masuk perum,” ujar Yayan.
Kalau cuaca terang kata Yayan, sholat tarawih berjalan dengan khusu, namun saat hujan turun maka ibadah tarawih pun jadi terganggu.
“Kasihan kepada ibu ibu, saat tarawih berlangsung dan hujan pun turun, mereka bubar berhamburan menyelamatkan diri untuk mencari tempat berteduh, sehingga sholat tarawih bagi kaum ibu ibu banyak kendalanya,” tegas Yayan.
















































































































Discussion about this post