“Ini tentu berkat kerja keras dari semua pihak sehingga kemudian FK-UGJ mendapatkan kepercayaan dari pemerintah. Hibah alat dan lain-lain ini akan digunakan untuk meningkatkan pemeriksaan agar hasil yang didapat bisa lebih banyak dan lebih cepat,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Laboratorium FK UGJ, Donny Nauphar menjelaskan, nilai bantuan tersebut nominalnya lebih dari 2 miliar. Untuk alat ekstraksi otomatis saja harganya paling tidak sekitar 1,2 sampai dengan 1,4 miliar. Sementara untukalat PCR yang saat ini diterima harganya sekitar 750 juta.
“Belum lagi ditambah VTM dan reagen. Untuk VTM dan reagen masing-masing ada sekitar 5 ribu. Saat ini ada 5 tenaga ahli di laboratorium FK UGJ, kita belum berfikir untuk menambah SDM, sekarang kita langsung instalasi alatnya dan baru besok (hari ini-red) akan dioperasikan,” jelasnya.
Ditempat yang sama, Kadinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, yang menerima hibah VTM dari FK UGJ untuk digunakan dalamswab test masal sesui arahan dari Gubernur Jawa Barat untuk melakukan swab test sebanyak 1 persen dari populasi atau sekitar 22 ribu jiwa.
“Kita sudah menerima dua kali bantuan, yang pertama 5000 VTM dan yang kedua sebanyak 3200 VTM. Kami sampaikan terimakasih kepada Ketua Yayasan Pendidikan Swadaya Gunung Jati, Rektor UGJ dan Dekan Fakultas Kedokteran, ini sangat membantu sekali,” ungkapnya. (Ghofar)













































































































Discussion about this post