KUNINGAN, (FC).- Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar melepas peserta program Angkutan Balik Mudik Gratis Kementerian Perhubungan Tahun 2026/1447 H di Terminal Tipe A Kertawangunan, Rabu (25/3). Sebanyak empat armada bus diberangkatkan untuk mengangkut perantau asal Kuningan kembali ke wilayah Jabodetabek.
Empat bus tersebut melayani rute menuju Terminal Pulo Gebang, Terminal Jatijajar, Terminal Kampung Rambutan, dan Terminal Poris Plawad. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mendukung kelancaran arus balik Lebaran.
Bupati Dian menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan atas pelaksanaan program yang dinilai tepat sasaran dan sangat membantu masyarakat.
“Ini program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan. Kami sangat berterima kasih karena Kuningan termasuk yang mendapatkannya. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” ujar Dian kepada awak media.
Ia mengungkapkan, mobilitas masyarakat Kuningan tergolong tinggi karena sekitar 30 persen warganya merupakan perantau. Bahkan saat momentum Lebaran, angka kepulangan diperkirakan mencapai 90 persen.
“Hampir 30 persen masyarakat Kuningan itu perantau. Saat Lebaran, diperkirakan hingga 90 persen pulang kampung. Dengan adanya program ini tentu sangat membantu,” katanya.
Menurut Dian, pelaksanaan program balik mudik gratis juga dinilai tepat waktu karena dilakukan setelah puncak arus mudik dan sebelum puncak arus balik, sehingga mampu mengurangi beban biaya sekaligus kepadatan transportasi.
“Timing-nya tepat. Ini membantu masyarakat dan menunjukkan bahwa pemerintah hadir di tengah kebutuhan masyarakat,” ucapnya.
Ia berharap program ini tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memperkuat ikatan emosional para perantau dengan kampung halaman.
“Mudah-mudahan para perantau terus pulang dan bersama-sama membangun Kuningan,” ujarnya.
Terkait tingginya jumlah perantau, Dian menilai hal tersebut bukan semata karena keterbatasan lapangan pekerjaan, melainkan sudah menjadi karakter masyarakat Kuningan yang memiliki tradisi merantau
“Ini juga soal karakter. Sebagian masyarakat Kuningan memang memiliki jiwa merantau secara turun-temurun,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan peluang kerja di daerah terus terbuka seiring masuknya investasi baru yang diproyeksikan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Tahun ini akan ada investor yang membuka lapangan kerja cukup banyak, termasuk pabrik sepatu yang bisa menyerap puluhan ribu tenaga kerja,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Surya (46), mengaku terbantu dengan adanya program tersebut.
“Alhamdulillah, sangat membantu sekali. Bisa mengurangi biaya perjalanan. Terima kasih kepada pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.
Program balik mudik gratis ini diharapkan dapat terus berlanjut dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya, khususnya para perantau asal Kuningan.(Angga)















































































































Discussion about this post