KOTA CIREBON, (FC).- Jelang Idul Adha dan penyaluran bantuan sosial beras tahap kedua, Perum Bulog Cabang Cirebon memastikan ketersediaan pangan masih mencukupi.
Hal ini diungkapkan Kepala Perum Bulog Cirebon Ramadin Rumading kepada FC, Selasa (21/7). Dia menyebutkan, pada stok beras yang dimilikinya cukup banyak. Sekitar 90.000 ton stok beras dikuasai Bulog Cirebon.
Menurut perhitungannya, bila tiap bulan pihaknya menyalurkan beras bantuan sosial setiap bulannya sebanyak 5.000 ton, dari 90.000 ton ini bisa memasok selama 18 bulan kedepan. Jadi kondisi stok bisa dibilang dalam kondisi aman.
“Jenis beras yang ada pada kami ada dua jenis, yakni jenis premium dan medium. Untuk jenis medium inilah yang disalurkan untuk bantuan sosial beras. Kami jamin kualitasnya sangat layak untuk dikonsumsi,” jelasnya.
Untuk beras jenis premium, kata dia, merupakan jenis beras yang memiliki aspek komersialnya. Begitu kami beli dari petani atau pemasok, langsung akan dijual. Ini yang akan menjadi pemasukan atau keuntungan bagi bulog.
Tapi untuk beras medium, pihaknya tidak akan mengeluarkan dari gudang walaupun sebutir. Pasalnya, pengeluaran beras medium ini harus mendapatkan izin dari pemerintah.
Ini adalah hak pemerintah, karena menggunakan anggaran biaya pembelian dari pemerintah. “Tugas kami hanya menjaga ketersediaan stok mencukupi atau aman, bila diperlukan untuk dikeluarkan oleh pemerintah,” ucapnya.
Kemudian produk yang memiliki aspek komersial lainnya adalah gula, terigu dan minyak. Ini terkait dengan stabilisasi harga kebutuhan pokok dipasaran. Sesuai dengan peran Bulog salah satunya adalah stabilisator harga.
Seperti bila harga gabah di petani anjlok sewaktu panen raya, maka kewajiban Bulog untuk menyerap dengan membeli gabah petani. Dengan begitu, petani mendapatkan perlindungan dan kepastian harga dari Bulog.
Begitu pun bila harga beras dipasaran terlalu tinggi, untuk melindungi konsumen Bulog akan melakukan operasi pasar.
Dikemukakannya, Bulog Cirebon yang membawahi Kota/Kabupaten Cirebon, Majalengka dan Kuningan, mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat. Yakni prestasi kedua terbaik nasional untuk Ketersediaan Pangan dan Stabilisasi Harga (KPSH).
“Saat ini Bulog cukup banyak menangani penyaluran bantuan sosial pandemi Covid-19. Mulai Bansos Gubernur, Kota/Kabupaten dan lainnya. Ini yang diartikan bahwa Bulog hadir ditengah-tengah masyarakat pada saat pandemi Covid-19 ini,” ungkapnya. (Agus)














































































































Discussion about this post