KUNINGAN, (FC).- Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, yang akrab disapa Amih Tuti, membuka kegiatan Bootcamp Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Wilayah Jawa Barat yang digelar di Villa Pinus Kida, Kabupaten Kuningan, Sabtu (7/3).
Kegiatan yang mengusung tema “Dengan Silaturahmi, Kuatkan Nilai Spiritual, Intelektual, dan Profesional dalam Rangka Mengokohkan Pondasi Keinstrukturan Menuju Muslim Inteligensia” tersebut diikuti sekitar 80 peserta, terdiri dari anggota HMI Cabang Kuningan, BPL HMI cabang se-Jawa Barat, BPL Korwil Jawa Barat, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Amih Tuti menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang dinilai menjadi bagian penting dari proses perkaderan dalam organisasi mahasiswa Islam.
Menurutnya, keberadaan instruktur memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus mentransmisikan nilai-nilai perjuangan kepada generasi berikutnya.
“Perkaderan instruktur bukanlah proses yang mudah atau biasa, melainkan jantung dari keberlanjutan organisasi. Dari para instrukurlah nilai tradisi intelektual, etika perjuangan, dan visi keumatan HMI diwariskan secara sistematis kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan bootcamp ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas intelektual, ideologis, dan kepemimpinan kader HMI di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, tantangan global saat ini seperti disrupsi teknologi, krisis nilai, hingga berbagai persoalan kebangsaan menuntut organisasi mahasiswa untuk melahirkan kader yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga matang dalam bersikap dan bijak dalam bertindak.
“Sebagai organisasi mahasiswa Islam, HMI memiliki peran historis dan strategis dalam perjalanan bangsa. Oleh karena itu proses perkaderan harus mampu melahirkan instruktur yang berintegritas, berwawasan luas, serta memiliki komitmen kuat terhadap nilai keislaman dan keindonesiaan,” lanjutnya.
Amih Tuti juga menegaskan bahwa instruktur dalam organisasi tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik sekaligus teladan bagi para kader.
“Instruktur bukan hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk karakter serta arah perjuangan kader di masa depan,” katanya.
Sementara itu, panitia kegiatan dalam laporannya menyampaikan bahwa Bootcamp BPL HMI Korwil Jawa Barat menjadi momentum silaturahmi sekaligus refleksi bagi para kader untuk memperkuat nilai spiritual, intelektual, serta profesionalisme dalam proses perkaderan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 Ramadan 1447 Hijriah atau 7 Maret 2026 tersebut didukung oleh donatur alumni HMI, dukungan pemerintah daerah dan berbagai instansi, serta donasi yang halal dan tidak mengikat.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir instruktur-instruktur HMI yang mampu memperkuat sistem perkaderan serta melanjutkan tradisi intelektual dan perjuangan organisasi secara berkelanjutan.(Angga)












































































































Discussion about this post