MAJALENGKA, (FC).– Selain dikenal dengan pesona wisata alamnya, Desa Bantaragung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka ternyata memiliki sebuah daya tarik lain, yakni dengan ditemukannya puing reruntuhan bangunan kuno di tengah hutan belantara.
“Situs tersebut berupa tembok yang sudah membatu. Walau tak utuh, namun jika dilihat dari bentuk bongkahan reruntuhannya, disinyalir dulunya berdiri sebuah bangunan,” ungkap Kabid Destinasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Adhi Setya, dikutip dari kanal youtube Adhi_explorerstory, Senin (20/6).
Tak hanya itu, saat dirinya mengunjungi langsung ke lokasi bersama warga setempat dan grup Madjalengka Baheula, selain bongkahan tembok membatu banyak pula ditemukannya batu-batu bertuliskan huruf arab yang menyiratkan serpihan jejak peradaban masa lampau.
Untuk sementara ini, Adhi menduga bahwa situs tersebut dahulunya diperkirakan sebuah bangunan bekas kerajaan dan dengan adanya temuan tersebut, pihaknya berharap agar situs tersebut dapat dilestarikan karena merupakan bagian kekayaan yang dimiliki Majalengka.
“Kami harap situs ini dapat terus dilestarikan, sehingga ke depan bisa menjadi potensi wisata baru di Desa Bantaragung,” ucapnya.
Sementara itu, suasana asri di sekitar lokasi situs reruntuhan bangunan kuno di Desa Bantaragung itu kini mulai mendapat penataan dengan dibangun sebuah balai sederhana, tempat singgah bagi pengunjung untuk menikmati pesona alam dan kudapan khas daerah setempat ala kadarnya.
Terpisah seorang wisatawan lokal mengakui mengetahui adanya benda cagar budaya berbentuk bongkahan batu, bekas bangunan kuno mengetahui dari pemberitaan. Makanya merasa penasaran dirinya langsung mendatangi tempat tersebut.
“Saya mengetahui diketemukannya cagar budaya berupa bongkahan batu bekas bangunan kuno di Desa Bantaragung tahu dari media on line. Kemarin Sabtu sore saya baca di salah satu media on line ada penemuan benda bersejarah. Makanya saya beserta temen temen ke sini ingin tahu kejelasannya,” ujar Hasan wisatawan asal Sumedang. (Munadi)











































































































Discussion about this post