Selain itu diakibatkan pula kualitas pekerjaan proyek sangat rendah karena pengerjaanya diduga asal-asalan oleh pihak pemborong, serta lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
Salah seorang warga desa Jatimulya namanya minta disamarkan sebut saja Asep (48) mengatakan, warga sangat menyayangkan sekali terhadap perbaikan jalan poros penghubung desa Jatimulya – desa Ranji Kulon yang menelan anggaran cukup besar hingga mencapai angka milyaran rupiah namun tidak diimbangi dengan kualitas pekerjaan yang maksimal.
“Masa jalan baru satu tahun sudah rusak dan berlubang, saya sangat meyayangkan dengan jumlah anggaran sangat besar namun hasil tidak maksimal, akibatnya pengguna jalan yang melintas terutama yang mempunyai usaha disini mengalami kendala karena sekarang jalanya rusak,” ujar Asep, Jumat (20/3).
Sementara itu, kepala desa jatimulya Rosadi mengatakan, kami sudah melporkan jalan yang amblas tersebut ke pemerintah daerah terkait dan juga meminta untuk segera memperbaiki jalan yang ambalas didesanya.
“Saya berharap pemerintah segera untuk memperbaiki jalan yang amblas, karena ini merupakan jalan yang menghubungkan jalur desa jatimulya-desa ranji kulon”, harap Rosadi, saat dihubungi via telepon. (Munadi).




















































































































Discussion about this post