MAJALENGKA, (FC).— Bawaslu Kabupaten Majalengka kembali melaksanakan agenda rutin “Bawaslu Goes to School” yang kali ini menyasar para pelajar di SMK Negeri 1 Majalengka, pada Senin (27/10/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam menumbuhkan kesadaran dan pemahaman kepemiluan sejak dini, terutama bagi generasi muda yang kelak menjadi pemilih pemula pada Pemilu dan Pilkada mendatang.
Ketua Bawaslu Kabupaten Majalengka, Dede Rosada, menjelaskan kegiatan ini merupakan agenda bulanan yang digelar secara berkelanjutan di berbagai sekolah menengah di Kabupaten Majalengka.
Tujuannya, kata Dede, untuk memperkenalkan peran dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga yang mengawasi seluruh tahapan Pemilu maupun Pilkada agar berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Walaupun Pemilu 2024 telah usai, kami tetap hadir di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi kepada adik-adik semua agar memahami pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Dede.
Dalam kesempatan tersebut, para pimpinan Bawaslu juga menekankan pentingnya menilai rekam jejak dan kualitas calon pemimpin sebelum menggunakan hak pilih.
Mereka mengibaratkan proses memilih di sekolah, seperti memilih ketua atau wakil ketua OSIS, yang harus dilakukan secara bijak dan dengan mempertimbangkan integritas serta kemampuan calon.
“Salah memilih pemimpin bisa berdampak lima tahun lamanya. Karena itu, pastikan kita memilih dengan hati dan akal sehat, bukan karena iming-iming atau ajakan yang melanggar aturan,” tambahnya.
Selain memberikan edukasi tentang pemilu, Bawaslu juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan pengawasan, lembaganya menghadapi keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Di tingkat kabupaten hanya terdapat lima orang komisioner, sementara di kecamatan tiga orang, dan di desa satu orang pengawas. Oleh karena itu, Bawaslu mengajak masyarakat, termasuk pelajar, untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan partisipatif.
“Kami membutuhkan partisipasi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran seperti politik uang atau pelanggaran lainnya,” jelas Dardiri Edi Sabara, Koordinator Divisi Pengawasan, Pencegahan, dan Data Informasi.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu juga memperkenalkan program Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) yang akan melibatkan tiga pelajar dari SMKN 1 Majalengka untuk mengikuti pelatihan daring yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Melalui program ini, para peserta diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan semangat pengawasan kepada teman-teman di sekolahnya.
Kegiatan “Bawaslu Goes to School” di SMKN 1 Majalengka turut dihadiri oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Majalengka, seperti Nunu Nugraha (Koordinator Divisi SDMO), Dardiri Edi Sabara (Koordinator Divisi PP Datin), Fauzi Akbar Rudiansyah (Koordinator Divisi P2HM), Dede Rosada (Ketua Bawaslu Majalengka), Utang Supriyatna(Kasubag Pengawasan), serta jajaran staf Bawaslu Majalengka.
Melalui kegiatan edukatif seperti ini, Bawaslu berharap generasi muda Majalengka dapat menjadi pemilih yang kritis, berintegritas, dan turut aktif menjaga demokrasi yang bersih dan berkeadilan. (Munadi)















































































































Discussion about this post