“Iya bansos tahap kedua ini sebanyak 2.174 RTS yang seharusnya 2.200 RTS. Tapi karena adanya 26 RTS yang tidak ditemukan alamatnya, maka jumlah segitu,” jelasnya.
Yati membeberkan, dalam penyaluran bansos pihaknya berpegang pada PP No. 17 Tahun 2020 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Perpres No. 20 Tahun 2017 tentang Penunjukkan Perum Bulog dalam pengadaan ketahanan pangan nasional.
Kemudian Perwali No. 19 Tahun 2018 tentang Pengelolaan dan Penyaluran Cadangan Pangan, serta Kepwal No. 501/Kep/193 DPPKP Kota Cirebon, tentang Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Dimasa Pandemi Covid-19.
“Untuk kualitas beras dari Bulog sudah kami periksa, dan beras kualitas medium ini cukup baik artinya layak dikonsumsi,” katanya.
Kepala Perum Bulog Cirebon Ramadin Rumading menjamin beras kualitas medium yang ada di gudangnya dalam kondisi baik. Apalagi untuk penyaluran bansos, beras sudah di packing tiap 15 kg.
“Bila ada komplain karena kualitasnya kurang baik, akan kami ganti segera,” tandasnya. (Agus)
















































































































Discussion about this post