KAB.CIREBON, (FC).- Yayasan Darussalam mulai membangun Pondok Pesantren (Ponpes) berbasis tahfidz Al-Qur’an di Blok Benggoi, Desa Kepuh, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, dengan tahap awal berupa pemerataan lahan.
Lahan seluas sekitar satu hektare yang akan digunakan untuk pembangunan ponpes tersebut saat ini masih dalam proses perataan karena terdapat bukit dengan ketinggian sekitar enam meter.
Perwakilan Yayasan Darussalam, Abdulrohman, mengatakan dua alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pemerataan tanah agar area pembangunan lebih optimal.
“Ini masih tahap awal, yakni pemerataan lahan. Nantinya akan digunakan untuk pembangunan pondok pesantren,” ujarnya, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan, ponpes yang dibangun akan memprioritaskan pendidikan tahfidz Al-Qur’an dengan target mencetak generasi penghafal Al-Qur’an.
“Kami ingin melahirkan hafidz Al-Qur’an yang berkualitas,” katanya.
Pada tahap awal, ponpes tersebut direncanakan menampung sekitar 30 hingga 40 santri. Ke depan, kapasitas akan ditingkatkan seiring perkembangan pembangunan.
Yayasan juga menargetkan ponpes tersebut dapat menampung anak yatim dan piatu dari keluarga kurang mampu.
“Kami mohon dukungan dan doa masyarakat agar pembangunan ini berjalan lancar,” ujarnya.
Sebelumnya, Yayasan Darussalam hanya mengelola Tempat Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Pembangunan ponpes ini menjadi langkah pengembangan program pendidikan yang lebih luas.
“Alhamdulillah ada dermawan yang siap membantu pembangunan dengan syarat lahan harus diratakan,” jelasnya.
Pihaknya berharap kehadiran Ponpes Darussalam dapat memberikan kontribusi positif bagi pembinaan generasi muda, khususnya dalam pendidikan keagamaan.
“Kami berharap santri ke depan bisa melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri,” pungkasnya. (Johan)
















































































































Discussion about this post