“Ada yang merasa terganggu memang sudah resiko. Pasti tidak enak tapi, Inshaallah kedepannya akan enak, karena, memang pada masa perjuangan pasti tidaklah enak, tapi nanti hasilnya pasti mengenakan,” ujar Azis.
Juga, lanjut Azis, nanti akan dilakukan evaluasi guna mencari solusi rekayasa lalu lintas yang tepat bagi masyarakat Kota Cirebon.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cirebon Andi Armawan, sampai saat ini tidak adanya masalah. Terkait, adanya kemacetan sendiri sudah dilakukan evaluasi dan tindak lanjut dengan sudah ditempatkannya personil lainnya guna mengurai kemacetan
Meski, memang ada beberapa warga yang memilih melawan arus terutama area Prujakan menuju gudang air Pekalangan. Banyak warga yang memilih lawan arah dibandingkan memutar kembali.
Maka dari itu, Andi dan beberapa personil personil lainnya lakukan penutupan jalur di area pertigaan pekalangan menuju gudang air, guna mencegah adanya pelanggar lawan arus di sepanjang area tersebut.
“Sudah untuk yang wilayah pekalangan, agar terahkan ke pasar balong pekiringan, juga kita sudah tangani dengan pemasangan traffic cone diarea menuju gudang air,” kata Andi kepada FC.
Menururnya, hal ini memang didasarkan untuk pembatasan laju kendaraan yang memasuki wilayah Kota Cirebon. Maka, disarankan olehnya, untuk tetap berdiam diri dirumah apabila tidak ada kepentingan mendesak sehingga tidak akan terjebak oleh kemacetan.
“Kita mohon perhatian masyarakat agar dapat menaati kebijakan pemerintah daerah. Karena, kondisi di Kota yang meningkat menjadi zona merah memerlukan perhatian khusus meskipun saat ini perlahan membaik,” pungkasnya. (Sarrah/Job/FC).















































































































Discussion about this post