MAJALENGKA, (FC).– Wilayah Kabupaten Majalengka dan sekitarnya seperti wilayah Ciayumajakuning kini sedang merasakan suhu udara dingin menjelang malam hingga pagi hari.
Padahal, angin Majalengka yang besar kini sedang landai, lebih terasa seperti angin sepoi-sepoi. Sehingga tak sedikit warga Majalengka yang merasa kedinginan di malam hari, terutama bagi mereka yang melakukan aktivitasnya di malam hari.
BMKG memprediksi udara dingin di sekitaran Ciayumajakuning akan terus terasa hingga hari-hari berikutnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Kertajati Majalengka Ahmad Faa Iziyn mengatakan, cuaca atau udara dingin ini dipicu oleh angin Monsun dingin di wilayah Australia.
“Suhu udara yang dingin ini sedang terjadi di wilayah Ciayumajakuning. Sebabnya, angin Monsun dingin Australia,” ujarnya, Senin (1/8).
Ahmad menambahkan, Angin Monsun Australia merupakan angin yang berhembus dari Benua Australia. Sifatnya memang kering namun terasa dingin dan biasanya menandai musim kemarau.
“Saat ini di negara Australia memasuki musim dingin. Angin ini terus melewati Indonesia,” ujarnya.
Ahmad menjelaskan, faktor cuaca yang cerah sepanjang hari dengan sedikit awan, menyebabkan panas radiasi langsung dilepaskan ke atmosfer. Sehingga membuat udara pada malam hari terasa lebih dingin.
“Penomena suhu udara terasa dingin ini setiap tahunnya selalu terjadi, biasanya pada bulan Juli hingga September. Saat ini kisaran minimum suhu udara di Ciayumajakuning tercatat di angka 22 derajat celcius,” tandas prakirawan BMKG Kertajati Majalengka.
Berbeda dengan warga yang lainnya, cuaca yang dingin dan sejuk di wilayah Majalengka justru disambut baik oleh sebagian masyarakat. Hal ini mereka beranggapan bahwa udara yang dingin dan sejuk di malam dan pagi hari adalah sangat baik bagi kebugaran tubuh.
“Ya cuaca dingin dan sejuk sangat baik bagi kebugaran tubuh, apalagi selepas kita melakukan aktivitas. Udara yang dingin dan sejuk sangat dibutuhkan tubuh,” ujar Hasanudin yang mengaku warga Kelurahan Majalengka Wetan. (Munadi)
















































































































Discussion about this post