KUNINGAN, (FC).- Aksi solidaritas dan pembelaan terhadap Palestina hingga saat ini masih terus terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan, aksi pembelaan terhadap Palestina yang belakangan ini mengglobal justru dimulai dan digerakkan oleh rakyat di negara-negara non muslim yang selama ini mendukung pendudukan Israel atas Palestina.
Aksi bela Palestina menjadi hangat kembali setelah penggalangan dana untuk Palestina yang dilakukan oleh Ustadz Adi Hidayat (UAH) berhasil menembus angka 30 miliar dalam waktu enam hari. Penggalangan dana ini kemudian dipertanyakan lebih tepat mengarah pada fitnah oleh pegiat media sosial Eko Kuntadi dan kawan-kawan.
UAH yang dikenal sebagai sosok ulama cerdas yang lebih menekankan pembinaan karakter melalui kajian mendalam Al Qur’an dan Hadis, kali ini tidak tinggal diam. Ia sudah menyatakan secara terbuka akan menempuh jalur hukum sebagai ikhtiar mencegah orang agar tidak mudah menyebarkan fitnah dan perpecahan di antara anak bangsa.
Menanggapi bergulirnya isu dan tuduhan kepada UAH, aktivis sosial yang juga Inisiator Gerakan KITA, Ikhsan Marzuki menyampaikan pandangannya.
Menurutnya, sasaran terhadap UAH bisa dilihat sebagai bagian dari upaya menghentikan dukungan terhadap Palestina yang begitu masif terjadi di berbagai belahan dunia dan merembet ke Indonesia.
“Upaya menyudutkan UAH ternyata mendapat reaksi tidak terduga. Sikap UAH yang secara tegas akan membawa ke ranah hukum bagi penyebar fitnah dan kebohongan, justru semakin meningkatkan solidaritas aksi bela Palestina dan dukungan terhadap UAH sendiri,” kata Ikhsan, Kamis (3/6).
Kepada para awak media Ikhsan menjelaskan bahwa, setelah seminggu sebelumnya aksi bela Palestina dan penggalangan dana untuk Palestina digelar di Masjid At Taqwa Cirebon, dan pada Jumat, 28 Mei 2021, di halaman Masjid Syiarul Islam Kuningan, telah dilaksanakan Aksi Peduli Palestina.
“Kegiatan yang dikemas dalam Aksi Doa Bersama dan Penggalangan Dana Untuk Palestina ini diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Peduli Kemanusiaan Kabupaten Kuningan berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp101.038.500. Saat itu juga langsung diserahkan oleh Panitia aksi tanpa potongan satu rupiah pun melalui ACT (Aksi Cepat Tanggap), sebuah lembaga kemanusiaan independen yang memiliki kantor perwakilan di Palestina,” papar Ikhsan.
Ikhsan juga menyoroti maraknya kegiatan Aksi Bela Palestina dan Penggalangan Dana yang dilakukan oleh elemen-elemen masyarakat di berbagai daerah di Indonesia saat ini sekaligus harus menjadi kesempatan bagi ikhtiar mengedukasi masyarakat agar tetap menjaga akal sehat.
“Selain doa untuk memohon keselamatan dan kemenangan bangsa Palestina, ada satu hal yang perlu ditegaskan dan perlu dilakukan, yakni pentingnya bagi kita untuk menyisipkan doa dan memohon semoga akal sehat kita tetap terjaga,” ungkap Ikhsan.
Ikhsan menjelaskan kenapa ikhtiar menjaga akal sehat dalam kondisi saat ini menjadi penting.
Menurutnya, saat ini ia melihat bahwa sudah begitu masif bertebaran pernyataan yang justru seringkali bertabrakan dengan akal sehat kita.
“Pernyataan yang justru menjauhkan kita dari semangat membantu perjuangan Palestina. Pernyataan yang justru sering dilontarkan oleh orang yang mengaku Islam, orang yang mengaku Pancasilais dan NKRI Harga Mati, bahkan yang lebih menyakitkan beberapa diantaranya disampaikan oleh para pejabat kita,” papar Ikhsan. (Ali)












































































































Discussion about this post