KAB. CIREBON, (FC).- Dalam waktu dekat ini, Pemkab Cirebon melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bakal melanjutkan pembangunan Stadion Watubelah. Di antaranya pemagaran untuk tribun penonton bagian barat.
“Bersumber dari anggaran APBD Perubahan. Sementara untuk pemagaran tribun penonton bagian barat stadion,” kata Kepala Dispora Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin didampingi Kabid Olahraga, Asep Djamaludin, kemarin.
Ikin mengatakan, anggaran perubahan yang digelontorkan tidaklah besar. Hanya mampu untuk pemagaran tribun penonton bagian barat stadion saja. “Dapat anggaran cuma Rp140 juta. Dan itu hanya bisa untuk pemagaran tribun bagian barat saja,” katanya.
Ia mengungkapkan dengan adanya pemagaran di tribun bagian barat ini, setidaknya dari segi keamanan sudah masuk kategori aman. Pasalnya masyarakat akan aman ketika menonton dari tribun bagian barat tersebut.
“Dari segi keamanan sih sudah aman bagi penonton, tetapi untuk kenyamanan tetap belum nyaman karena belum semuanya selesai pengerjaan,” katanya.
Ia menjelaskan masih butuh banyak anggaran untuk melakukan pemagaran di semua tribun yabg ada di Stadion Watubelah.
“Kalau untuk pemagaran, kita membutuhkan Rp500 juta lagi, agar masyarakat yang menonton aman. Karena itukan sangat berbahaya kalau belum dipagar ditakutkan penonton bisa terjatuh,” jelasnya.
Selain itu, kata Ikin, pihaknya berharap adanya bantuan dari corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan yang ada di Kabupaten Cirebon untuk pembangunan Stadion Watubelah. “Kita sudah minta CSR untuk tambahan anggarannya, karena kalau dari anggaran Kabupaten Cirebon sangat kurang,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, mantan pemain Persib Bandung, Zaenal Arif menilai lapangan Stadion Watubelah, Kecamatan Sumber Kabupaten Cirebon dinilai sudah memenuhi syarat untuk digunakan turnamen resmi PSSI baik Liga 3 atau Liga 2.
Selain, karena kondisi rumput dan lapangannya sendiri yang sudah sangat memungkinkan untuk menggelar even nasional. Namun, Stadion Watubelah dalam pandangannya masih ada kekurangan dalam hal penataan penonton. Lebih tepatnya terkait pengamanannya, yakni pagar penonton.
Ia mengatakan, pagar penonton harus diperhatikan agar tidak sampai menimbulkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan ketika penonton terlena oleh euforia kemenangan tim yang didukungnya. “Karena penonton kadang-kadang lupa ketika euforia, takutnya ada sesuatu hal yang tidak diinginkan,” paparnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai mengatakan, pemasangan pagar di tribun penonton bakal mengutamakan untuk tribun barat dan timur terlebih dahulu. Untuk pemasangan pagar tersebut, ia sudah menganggarkannya senilai Rp100 juta.
Menurut Hilmy, anggaran senilai tersebut berasal dari bantuan Kemenpora RI untuk tahun 2025 nanti. Karena anggaran dari APBD Kabupaten Cirebon tidak memungkinkan.
“Saya ke Kemenpora untuk mengajukan proposal pemagaran, nanti sesuai kemampuan Kemenpora di tribun sebelah mana, pihak swasta sebelah mana, tapi utamanya barat dan timur,” ungkapnya. (Ghofar)
















































































































Discussion about this post