KAB. CIREBON, (FC).- Untuk menangani penyebaran coronavirus disease (Covid-19) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon selalu berjibaku bersama-sama dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) setempat.
“Permasalahan Covid-19 ini harus bersama-sama menanganinya. Tidak bisa dengan sendirian, tetapi di Kabupaten Cirebon semua unsur, baik dari SKPD, Camat, FKKC bergerak untuk menanggapi Covid-19,” kata Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi usai memimpin rapat dengan unsur Forkopimda dan Camat serta Kuwu di Kantor Bupati Cirebon, Rabu (15/4).
Tak hanya itu, semua unsur ini juga sekaligus menanggulangi dampak yang ditimbulkan dari corona ini, seperti kemiskinan, dampak sosial dan lainnya.
“Semuanya sangat kompak, baik SKPD nya, Camatnya, Kuwunya serta yang lainnya,” tambah Imron.
Imron menyebutkan, menurut data yang ia peroleh untuk bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat yang semula sebanyak 123 ribu kepala keluarga (KK) kini turun drastis hanya menjadi 14 ribu KK saja.
“Tetapi masyarakat harus tetap tertangani. Alhamdulillah para Kuwu se-Kabupaten Cirebon sudah siap membantu masyarakat terdampak corona ini yang digulirkan dari dana desa (DD),” ungkapnya.
Saat disinggung berapa kekuatan yang dialokasikan dari pemerintah Kabupaten Cirebon maupun desa untuk penanganan coronavirus disease adalah sebesar Rp 500 ribu per Kepala Keluarga. Tetapi itu diluar yang sudah mendapatkan PKH, BPNT.
“Diluar itu kita harus tangani semuanya, ada Rp 25 miliar sudah disiapkan untuk bantuan masyarakat. Yang diluar itu nanti dari desa, makanya kami mintakan regulasinya segera dipercepat jangan sampai ada kesalahan dalam aturan, kita rencana 4 bulan. Sedangkan pendistribusian bantuan itu serentak, Pemprov, Pemkab dan Desa,” tukasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post