KOTA CIREBON, (FC).- Sejumlah sarana dan prasarana (Sarpras) di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon akan dilakukan peremajaan.
Hal ini dipastikan oleh Sekretaris Daerah Agus Mulyadi setelah melakukan pengecekan secara langsung ke kantor yang biasa disebut Dinas Damkar ini, Senin (10/7).
Sekda mengecek beberapa bagian kantor dan sarpras itu ia langsung merekomendasikan beberapa peremajaan, seperti bagian kanopi depan kantor, puluhan tempat tidur di kamar siaga petugas Damkar, penambahan jumlah Alat Pelindung Diri (APD), dan pembaharuan cat tembok.
Sekda mengaku, kondisi kantor dinas Pemadam Kebakaran cukup memprihatinkan, sehingga perlu dilakukan perbaikan di sejumlah sisi.
“Alhamdulillah hari ini saya berkesempatan mengunjungi secara langsung kantor Damkar di kawasan Bima. Setelah mengecek beberapa sarana dan prasarana yang ada, memang ini cukup memprihatinkan,” katanya.
Ia meminta, kepala dinas terkait untuk menginventarisir bagian mana saja yang perlu diremajakan dan peralatan apa saja yang harus ditambah. Usulan ini, selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan melihat sejumlah pertimbangan salah satunya adalah skala prioritas dan dilakukan secara bertahap.
“Saya minta Kepala Dinas Damkar untuk segera membuat usulan. Akan kami lakukan sesegera mungkin prosesnya, baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah dan mempertimbangkan juga skala prioritas,” imbuhnya.
Sementara, Kepala DPKP Adam Nuridin mengatakan, arahan dari Sekda akan segera ditindaklanjuti dengan menginventarisir sarpras yang membutuhkan peremajaan.
“Akan di list mana saja yang akan diremajakan, hasilnya akan diserahkan secepatnya kepada Pak Sekda,” katanya.
Menurutnya, sejumlah sarana dan prasarana yang masuk dalam kategori skala prioritas diantaranya adalah jumlah Alat Pelindung Diri (APD) perlu ditambah, kanopi di bagian depan Kantor Damkar, pengecatan, kasur dan loker yang ada di ruangan siaga petugas.
“Ada beberapa bagian yang menjadi skala prioritas yakni kasur dan lemari di ruang siaga petugas, kanopi, jumlah APD hanya 20 yang masih baik dengan kebutuhan 80 APD, dan pengecatan,” terangnya.
Menurutnya, hingga kini dengan kondisi sarana dan prasarana yang ada tetap dapat melaksanakan tugas dengan baik, bahkan pihaknya mencapai target indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) hingga 100 persen.
“Alhamdulillah dengan kondisi yang ada kami tetap bisa melayani penyelamatan, pemadaman, dan kedaruratan. Kalau dari sisi kinerja kami memperoleh SPM hingga 100 persen, itu artinya semua kejadian kebakaran berhasil kita tangani, tidak ada kebakaran yang tidak tertangani,” pungkasnya. (Frans)













































































































Discussion about this post