KAB. CIREBON, (FC).- Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi melantik dan mengambil sumpah 492 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cirebon yang terdiri dari pejabat tinggi pratama, administrator, fungsional dan pengawas di ruang Nyimas Gandasari Sekretariat Daerah Kabupaten Cirebon, Jumat (3/4).
Karena di tengah wabah coronavirus disease (Covid-19), serah terima jabatan tersebut berlangsung terbatas dan hanya dilakukan perwakilan pejabat, sisanya dengan cara virtual (teleconference) di masing-masing SKPD dan 40 kantor kecamatan se-Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, Imron mengatakan, mutasi tersebut dilakukan karena ada 171 lebih kekosongan jabatan, akibat pensiun, meninggal dunia dan lain-lain, sehingga mendesak dilakukan di tengah wabah Covid-19.
Imron pun membantah, jika pelaksanaan tersebut dilaksanakan karena adanya intervensi dari Mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra yang saat ini mendekam di Lapas Sukamiskin karena kasus korupsi.
“Kekosongan tersebut, selama ini diisi oleh pejabat pelaksana tugas yang tidak memiliki kewenangan. Karena pejabat dijabat pelaksana tugas tidak bisa mengeksekusi anggaran. Yang imbasnya anggaran tidak terserap. Secara umum, dilaksanakan melalaui video teleconference,” kata Imron.
Imron meminta, kepada seluruh pejabat yang baru saja dilantik, diminta untuk bahu membahu menangani penyebaran Covid-19 di Kabupaten Cirebon. Terlebih, jumlah ODP semakin meningkat.
Kemudian, para pejabat baru pun diminta tidak melakukan atau syukuran yang berpotensi menimbulkan adanya kerumunan massa dan tetap melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab.
Sementara itu, Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Cirebon, Sri Darmanto mengatakan, untuk kekosongan jabatan tersebut diantaranya dilakukan melalui seleksi terbuka (open bidding,-red).
Dalam pelantikan tersebut, terdapat sebanyak 23 orang pejabat eselon II, kemudian eselon III sebanyak 121 orang, dan eselon IV ada 300 lebih, serta jabatan fungsional sebanyak 37 orang.
“Semua yang dilantik dan diambil sumpahnya itu hasil sesuai seleksi dan sudah mendapatkan izin dari Gubernur, Kemendagri, Menpan RB,” singkatnya. (Ghofar)














































































































Discussion about this post