KOTA CIREBON, (FC).- Menurut survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang Kemenhub), tahun ini diperkirakan ada 85,5 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik lebaran Tahun 2022 atau 1443 H ini.
Jumlah pemudik terbanyak diperkirakan berasal dari Jawa Timur, yakni 14,6 juta orang. Angka itu setara dengan 17,1 persen dari total jumlah pemudik pada lebaran tahun ini.
Jabodetabek menempati peringkat kedua dengan perkiraan jumlah pemudik 14 juta orang atau sekitar 16,4 persen dari total pemudik.
Kemudian sebanyak 12,1 juta orang pemudik diprediksi berasal dari Jawa Tengah, 9,2 juta pemudik dari Jawa Barat, dan 4 juta pemudik dari Sumatera Utara.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon Andi Armawan kepada FC, Senin (25/4) mengatakan, puncak Arus mudik diprediksi terjadi pada Tanggal 28, 29, 30 April dan 1 Mei 2022.
Selain melewati jalan tol yang tersedia, sebagian pemudik baik yang menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua, akan melintasi jalur Pantura Kota Cirebon, mulai H-7.
Dikatakannya, guna memperlancar arus mudik ini, pihaknya akan melakukan rekayasa lalulintas. Dengan menutup ruas perputaran arah, maupun perempatan lampu merah di sepanjang jalur Pantura Kota Cirebon. Rekayasa lalu lintas ini bekerjasama dengan Polres Cirebon Kota.
“Mulai dari gapura perbatasan pintu masuk ke Kota Cirebon, setiap perputaran arah atau u-turn akan ditutup termasuk perempatan Jalan Terusan Pemuda dan Jalan Evakuasi,” katanya.
Mantan Kasatpol PP ini meminta kepada masyarakat Kota Cirebon, agar memaklumi dengan kondisi seperti ini, demi kelancaran dan kenyamanan bersama.
“Dengan adanya perputaran arah kendaraan, maka tentu saja akan menghambat pemudik yang melintas, apalagi volume kecepatan kendaraan pemudik cukup tinggi sehingga penutupan u-turn perlu dilakukan, guna kelancaran kendaraan baik roda 2 maupun roda 4,” imbuhnya.
Sementara Kasat Lantas Polres Cirebon Kota AKP Triyono Raharja menambahkan, U-turn sepanjang jalur utama arus mudik wilayah hukum Cirebon Kota mulai ditutup. Hal ini agar arus mudik berjalan lancar dan mencegah terjadinya kecelakaan. “Mulai tanggal 25 April U-turn sudah kami tutup,” kata Triyono.
U-turn yang ditutup dari dua jalur utama mudik yakni di jalur Pantura By Pass Tengah Tani sampai Mundu dan dari Kapetakan sampai Kalijaga. “Kami akan tutup gunakan water barrier dan bambu,” ujarnya.
Pengguna jalan terpaksa harus memutar balik lebih jauh saat penutupan U-turn. Dia pun meminta maaf atas ketidaknyamanan selama arus mudik dan arus balik. “Kami minta masyarakat menaati, jangan melanggar,” tutur dia.
Triyono menegaskan, pihaknya akan terus memantau U-turn yang ditutup. Sebab dia khawatir jika sampai dibuka akan mengancam pengguna jalan dan pemudik. “Akan ada petugas yang memonitor. Tujuannya untuk memastikan U-turn tidak dibongkar,” pungkasnya. (Agus)















































































































Discussion about this post