MAJALENGKA, (FC).- Nabuburit atau atau jalan jalan mencari tempat yang sejuk jelang berbuka puasa biasa dilakukan setiap orang. Sehingga tak heran setiap sore banyak masyarakat khususnya kaum muda yang hilir mudik di jalanan menunggu waktu berbuka.
Biasanya tempat ngabubrit adalah sebuah tempat yang biasa dijadikan retekreasi keluarga atau hiburan keluarga, seperti bendungan, taman, alun alun dan lain sebagainya.
Namun di Desa Tegalaren Kecamatan Ligung, ada sebuah tempat yang biasa setiap sore dijadikan pangkalan warga sekitar untuk menunggu waktu berbuka.
Di sana ada berbagai fasilitas tempat permainan anak anak untuk bermain. Dari mulai wisata mandi balon, naik kuda renggong hingga para pedagang makanan segar untuk berbuka.
Tempat itu adalah jembatan penyebrangan (Fly Over), yang ada di Desa Tegalaren Kecamatan Ligung.
Jembatan yang menghubungkan Desa Beusi dan Blok Serang Desa Tegalaren, berada diatas jalur Tol Cipali itu selalu ramai dikunjungi warga di setiap sorenya untuk menunggu waktu berbuka puasa.
Kades Tegalaren Heru Hermawan kepada wartawan menerangkan, semenjak adanya jembatan penyebrangan atau Fly Over di atas Jalan Tol Cipali ini, tempat ini menjadi ramai.
Artinya jembatan ini biasa dijadikan tempat nongkrong warga khususnya kaum muda. Karena disamping letaknya yang strategis, Fly Over juga bagus sekali untuk berswa foto karena letaknya di atas ketinggian jalur tol Cipali.
Dikatakan Kades Heru, dengan ramainya Fly Over dijadikan tempat ngabuburit, otomatis pedagang dan penjual jasa hiburan memanfaatkan moment ini.
“Memang jembatan Fly Over ini sudah ramai dari sejak dibangunnya jalan tol Cipali. Hanya tidak seramai bulan puasa,” ujar Kades Heru kepada FC, Minggu (24/4).
Dikatakan Heru, dengan ramainya tempat ini, otomotis membawa dampak positif bagi peningkatan ekonomi warga setempat. Dimana warga sekitar memanfaatkan moment ini dengan menjadi pedagang dadakan.
“Warga disini banyak yang menjadi pedagang dadakan dan penjual jasa hiburan selama bulan puasa ini. Semoga saja Fly Over ini bisa seterusnya mendongkrak perekonomian warga setempat,” pungkas Heru.
Ditempat yang sama, seorang pengunjung mengatakan dirinya sengaja ngabuburit di Fly Over Desa Tegalaren karena tempatnya bersih dan indah.
Disamping menyaksikan matahari terbenam jelang waktu magrib, pengunjung juga bisa berswa foto diatas jembatan dengan berlatar Tol Cipali.
“Saya senang ngabuburit ke tempat ini, disamping tempatnya ramai dan gratis, di sini juga pengunjung khusunya anak anak bisa menaiki kuda renggong. Jadi dari pada pergi jauh jauh mending ngabubrit ya ke Fly Over Desa Tegalaren saja yang murah meriah,” pungkas pengunjung yang mengaku bernama Erwin.
Sementara itu, pemilik kuda renggong yang setiap sore mangkal di Fly Over turut juga kecipratan rejeki. Dimana dengan menyewakan hewan peliharaanya yang ditarif Rp5 ribu sekali naik dengan durasi 15 menit, dirinya bisa mengantongi rejeki berkisar Rp200 ribu di setiap sorenya.
“Alhamdulillah, di Fly Over ini saya bisa mengais rejeki, sehingga bisa menutupi kebutuhan belanja keluarga yang dirumah,” pungkas Pemilik kuda renggong yang mengaku bernama Ginggin. (Munadi)
















































































































Discussion about this post