KAB. CIREBON, (FC).- Kebutuhan pupuk dalam setiap satu musim tanam, puluhan ton pupuk masuk ke Desa Cikulak Kidul, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.
Akan bisa menunjang Pendapatan Asli Desa (PADes) dan juga akan memotong cost angkutan bila proses penyaluran pupuk bersubsidi itu bisa dialihkan distribusinya melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
Direktur BUMDes Cikulak Kidul, Kustadi kepada FC mengungkapkan, munculnya keinginan distribusi pupuk subsidi dilakukan di BUMDes itu bermula dari dorongan keinginan para petani.
Pertama, terkait jarak yang jauh. Kedua, karena banyaknya persoalan dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi, karena hampir sebagian besar petani tidak mendapatkan pupuk bersubsidi.
“Tujuan dididrikannya BUMDes itu awalnya untuk membantu kesejahteraan masyarakat, minimalnya masyarakat Desa Cikulal Kidul keinginan masyarakat terpenuhi secara transportasi irit,” harapnya, Senin (11/4).
Atas dasar dorongan para petani, pengurus BUMDes Cikulak Kidul menindaklanjuti dengan melakukan konsultasi ke kuwu dan juga kantor BPP Waled, terkait aturannya apakah bisa diperbolehkan BUMDes menjadi penyalur pupuk bersubsidi.
Juga terkait persyaratan yang harus dipenuhi ketika BUMDes akan menjadi diatributor pupuk bersubsidi.
“Pemerintah menggalakan untuk memajukan BUMDes, maka ketika ada keinginan mayarakat kita fasilitasi, ditindaklanjuti mencari informasi, kalau nanti jadinya penyalur atau kios pupuk subsidi tersebut, apa persyaratan yang harus ditempuh dan apa saja yang belum terpenuhi,” terangnya.
Baginya, BUMDes nantinya akan menjadi apapun baik agen maupun kios yang penting bagaimana BUMDes bisa melayani kebutuhan masyarakat petani asal Desa Cikulak Kidul ini.
Diterangkannya bahwa untuk kebutuhan pupuk dalam satu musim di Desa Cikulak Kidul sedikitnya 30 ton untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian yang jumlahnya sekitar 80 hektar.
Sementara di Desa Cikulak Kidul bisa antara 2-3 kali tanam dalam setiap satu musim. Bisa dibayangkan berapa hasil keuntungan yang didapat BUMDes ketika pupuk kebutuhan petani bisa dilakukan oleh BUMDes, dan berapa cost angkutan petani bisa lebih hemat jika dibandingkan harus membeli pupuk dari luar Desa Cikulak Kidul.
“Mudah-mudahan proses yang sedang kita tempuh bisa terwujud agar BUMDes Cikulak Kidul bisa menjadi penyalur pupuk bersubsidi untuk kebutuhan para petani, diharapkan juga akan mampu menambah jumlah PADes,” harapnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post