KOTA CIREBON, (FC).- Anggota Komisi VI DPR-RI, Herman Khaeron melakukan sidak ketersediaan pasokan dan harga minyak goreng ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Indramayu dan Cirebon.
Dari hasil sidak tersebut, Kang Hero, sapaan akrab Herman Khaeron menemukan harga penjualan minyak goreng yang melampaui Harge Eceran Tertinggi (HET), serta berkurangnya pasokan hingga 50-90 persen.
Untuk itu, politisi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Wilayah Indramayu dan Cirebon ini mendesak pemerintah untuk menggelar Operasi Pasar (OP) minyak goreng lebih masif.
“Saya sudah sidak di beberapa pasar, dari mulai pasar Jatibarang, pasar grosir Cirebon, dan tadi ke wilayah Cirebon Timur ke Pasaleman, Waled, dan hari ini di Pasar Harjamukti, semua hampir sama kondisinya,” kata Hero kepada wartawan usai sidak di Pasar Harjamukti Cirebon, Sabtu (12/2).
Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022, Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah adalah Rp11.500, minyak goreng kemasan sederhana Rp13.500.. Sedangkan HET minyak goreng kemasan premium adalah Rp14.000.
“Yang tersedia saat ini adalah minyak goreng curah dengan harga diatas harga yang ditetapkan peraturan menteri 06 tahun 2020. Artinya peraturan menteri yang dikeluarkan belum efektif untuk bisa mengatur minyak goreng di pasaran,” ucapnya
Kang Hero mencontohkan, di Pasar Harjamukti, minyak goreng curah dijual debgan harga Rp19 ribu – Rp20 ribu/kg atau jika dikonversikam sekitar Rp16 ribu – 17 ribu/liter.
“Jauh dari HET yang sudah ditetapkan untuk minyak curah itu seharga Rp11,500..Semestinya si produsen bisa menjual lebih murah, sehingga harga Rp11.500 itu harga yang sampai kepada masyarakat,” tandasnya
Hasil temuan sidak ini akan ditindaklanjuti dan didiskusikan dengan pemerintah melalui kementerian perdagangan. Sebab, sudah ada 3 peraturan menteri yang mengatur tentang minyak goreng, namun fakta di lapangan belum berjalan efektuf.
“Faktanya saya kira belum tercapai. Sehingga temuan ini nanti kami akan diskusikan dan tentu harapan saya segera pemerintah untuk melakukan operasi pasar secara sesuai dengan peraturan menteri,” tandasnya
Kang Hero juga mengimbau kepada seluruh produsen minyak goreng agar dalam situasi iniharus dapat menunjukan sikap afirmatif terhadap rakyat.
Karena selain harga minyak goreng mahal karena erat, juga dipicu oleh harga internasional juga sekarang kondisinya langka.
“Bahkan saya menemukan di Jatibarang itu hanya 10 persen saja. Ada di tempat lain yang hanya tersedia makaimum 50 persen dari situasi normal. Nah oleh karena itu saya kira ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
“Saya akan diskusikan dengan menteri dan dirjen perdagangan dalam negeri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat Cirebon khususnya dah Indramagu segera akan ada operasi pasar agar betul betul kita bisa menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga untuk minyak goreng sawit,” lanjutnya. (Andriyana)











































































































Discussion about this post