KAB. CIREBON, (FC).- Proyek Alun-alun Taman Pataraksa bantuan dari Pemprov Jabar untuk Pemkab Cirebon hingga kini progresnya masih 30 persen.
Proyek senilai Rp11 miliar tersebut kabarnya sempat didatangi Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Jabar.
Pihak Bappenda menilai, meskipun waktu pelaksanaan akan habis dua bulan lagi namun kondisi progres masih relatif aman.
“Kemarin didatangi Bappenda Provinsi. Mereka bilang progres masih aman,” kata Manajemen Kontruksi Alun-alun Taman Pataraksa Toto, Senin (1/11).
Toto menjelaskan, sampai saat ini progres proyek yang sudah dikerjakan ada pada angka 30,571 persen. Namun, kendala cuaca justru menjadi penghambat utama penyelesaian progres proyek.
Masalahnya, kalau curah hujan semakin tinggi mau tidak mau pekerjaan tidak bisa selesai tepat waktu. Dalam seminggu terakhir hujan turun yang mengakibatkan kemungkinan pekerjaan tidak akan selesai tepat waktu.
“Kalau saja cuaca cerah dan tidak turun hujan sampai akhir tahun saja, pekerjaan akan selesai tepat waktu. Tapi kan makin ke sini curah hujan semakin besar. Kita pasrah saja pada cuaca alam,” ungkap Toto.
Untuk itu, sebagai antisipasinya pekerja pada proyek Alun-alun Taman Pataraksa jumlahnya harus diperbanyak. Di samping itu, jam kerja juga harusnya dikebut dan dikerjakan siang-malam.
Namun, ada beberapa item pekerjaan yang bisa dilakukan semisal pembuatan jogging track, pembuatan trotoar, dan pemasangan lampu. Pekerjaan tersebut bisa dikerjakan sambil pekerjaan lainnya yaitu pembuatan basement berjalan.
“Harusnya pekerja proyek ditambah orangnya. Tapi ini kan urusan yang punya proyek. Saya hanya memantau struktur bangunannya saja. Kalau saja pekerjaan dikebut siang-malam, saya yakin bisa selesai tepat waktu. Asal tadi ya, hujan deras tidak turun sampai akhir tahun,” jelasnya.
Toto menambahkan, dari segi struktur bangunan dipastikan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan. Pihaknya selalu detail mengecek semua struktur bangunan yang akan maupun sedang dilakukan.
“Struktur mah aman mas. Kita tidak sembarangan. Yang jadi kendala ya itu tadi, selesai tepat waktu tidak. Lagi pula anggaran dari provinsinya juga tidak tahu kapan bisa dicairkan,” tukasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post