KOTA CIREBON, (FC).- SD Integral Luqman Al-Hakim Cirebon menggelar Wisuda Tahfidz, yang pertama kalinya di masa pandemi Covid-19. Acara yang dilaksanakan di Auditorium Lantai III, Jalan Evakuasi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
Bukan hanya mencetak siswa-siswi yang handal dalam ilmu pengetahuan, dan keterampilan, sekolah yang berada dalam naungan Yayasan Hidayatullah Cirebon, memiliki komitmen untuk mencetak penghafal Al Qur’an.
Menurut Kepala Sekolah SD Integral Luqman Al-Hakim, Ahmad Mistari Ralimudin, dirinya merasa khawatir terkait hafalan yang dilakukan oleh para muridnya. Pasalnya, dimasa pandemi seperti saat ini, sekolah-sekolah tidak menerapkan sistem tatap muka.
“Khawatir pasti ada, karena pandemi juga yang membuat kami tidak bisa tatap muka secara langsung, tapi alhamdulillah kami bisa memonitoring anak-anak,” ucapnya kepada FC, Sabtu (26/6).
Ditambahkannya, walupun banyak yang tidak hadir dalam wisuda tahfidz kali ini, tapi tidak menyurutkan semangat dari siswa-siswinya.
Baca Juga: UTS Tetap Dilaksanakaan Secara Online
Meski begitu pihaknya juga bersyukur, pasalnya dari 15 yang di wisuda, terdapat 2 siswa penghafal al quran Juz 30, 29, 28, dan 27. Bahkan ada salah seorang siswa yang bisa menghafal 5 Juz sekaligus, bahkan bisa lebih.
“Alhamdulillah ada salah seorang dari siswa kami yang menghafal lebih dari 5 Juz. Namanya adalah, M. Rasya Ammar Faizi, meskipun masih duduk di bangku Kelas III, akan tetapi kemampuannya dalam menghafal patut diacungi jempol,” jelasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, orangtua dari Rasya, Andry Dwi Afriadi Hasibuan mengatakan, dirinya merasa bersyukur. Pasalnya, anaknya bisa menghafal Al Qur’an melebihi kakak tingkatnya.
“Sangat bersyukur, karena anak saya masih mau belajar dan menghafal Al Qur’an, karena saat pandemi seperti sekarang banyaknya sekolah menggunakan dalam jaringan (daring). Bahkan, anak-anak juga banyak yang memainkan ponsel, ketimbang buku pelajaran, atau bahkan Al Qur’an itu sendiri,” ujarnya.
Pihaknya juga berterimakasih kepada guru-guru, yang sudah membimbing muridnya, walaupun menggunakan sistem Daring. Akan tetapi, tetap harus mengontrol serta memberikan arahan kepada seluruh siswa-siswinya.
“Bisa meneruskan perjuangannya, untuk bisa mencetak muridnya agar bisa mencintai Al Qur’an. Jika seseorang mencintai Al Qur’an, maka segala urusan yang ada di dunia, bisa dimudahkan. Begitupun di akhirat, atas ridhoNya Insya Allah akan dimasukkan kedalam surga,” pungkasnya. (Ridwan/Job/FC).















































































































Discussion about this post