MAJALENGKA, (FC).- Klaster keluarga di Kabupeten Majalengka menjadi kasus urutan pertama dalam penyebaran Covid-19.
Bupati Majalengka sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Majalengka, Karna Sobahi mengatakan, keluarga menjadi potensi resiko rawan penularan Covid-19 tertinggi di Kota Angin tersebut.
“Jika diurut klaster yang paling banyak menyumbang kasus, ternyata keluarga. Hampir 35 persen klaster keluarga. Kemudian di dinas, ternyata juga, di ruang publik. Jadi kita antisipasi lokus-lokus itu,” kata Bupati, Rabu (24/3).
Dia mengatakan, untuk memerangi dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dibutuhkan kesadaran bersama untuk saling menjaga dengan menerapkan prtokol kesehatan.
“Kita hanya hisa mengendalikan. Walaupun rakyat sudah ingin banget ke alun-alun, kita kendalikan. Di Masjid kita atur, jaga jarak dan ini diperlukan kesadaran bersama kan. Pemerintah kan tidak bisa mengawasi satu-satu orang,” katanya.
Karna juga menyebut, di masa PPKM mikro itu, desa dengan kasus positif tinggi akan ditutup. Saat ini satu desa yang ditutup adalah Desa Panongan, Kecamatan Jatitujuh.
Desa itu ditutup setelah tercatat banyak warganya yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Desa Panongan akan kita tutup rapat-rapat. Warga masyarakatnya pun tidak boleh ada yang keluar masuk. Mereka harus diam dirumah. Sedangkan jika ditemukan lagi kasus positifnya tinggi, baik desa maupun kecamatan akan kita tutup juga,” kata Karna.
Selain memberlakukan lockdown satu wilayah yang terkonfirmasi dengan jumlah banyak, pengawasan penerapan protokol kesehatan juga lebih diintensifkan dan diperketat.
Dengan demikian, diharapkan kasus terkonfirmasi di wilayah tersebut bisa segera ditekan dan diatasi.
“PPKM Mikro berbasis RT/RW mulai 23 Maret sampai 5 April. Kita akan memperketat. Diharapkan nanti antara penekanan protokol kesehatan untuk PPKM berbasis mikro ini dibantu dengan pelaksanaan vaksinasi, kasus di Kabupaten Majalengka secara keseluruhan akan segera bebas,” bebernya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, Gandana Purwana kepada FC mengatakan, memang sejauh ini pihaknya masih melakukan penelusuran terkait kasus terkonfirmasi positif yang terjadi di Desa Panongan.
Menurutnya, ada 26 warga Desa Panongan yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“Ke-26 warga desa Panongan merupakan klaster keluarga. Kita masih dalami dan telusuri. Penularan klaster keluarga itu dari mana,” kata Gandana. (Munadi)













































































































Discussion about this post