MAJALENGKA, (FC).- Sulitnya mendapatkan pasokan cabai akibat cuaca ekstrim, pedagang di Pasar Sindangkasih, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka terpaksa menjual cabai busuk.
Hal itu diakui seorang pedagang sayuran di pasar Cigasong, pedagang cabai tersebut mengaku selama ini dirinya mendapatkan suplai cabai jenis setan dari Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.
Namun, sudah beberapa hari ini akibat cuaca ekstrem, dirinya terpaksa mengambil barang dari Pasar Caringin, Bandung walaupun dengan harga yang cukup mahal.
“Selama tidak ada pasokan dari wilayah Maja, pedagang disini mengambil dari pasar Caringin Bandung. Resikonya kualitas cabainya tidak sebagus cabai yang biasa dikirim dari Maja, sehingga kebanyakan cabainya banyak juga yang busuk. Dari pada merugi cabai busukpun terpaksa dijual walaupun dengan harga yang murah, dan pembelipun banyak yang memborongnya,” ujar pedagang cabai, Warcita saat ditemui di kios dagangannya, Selasa (16/3).
Kondisi seperti diatas, membuat harga cabai setan yang kondisinya busuk dijual dengan harga yang lebih murah. Disampaikannya, jika kondisi baik, harga cabai setan dihargai Rp140 ribu per kilogram.
Namun, jika busuk harganya di bawah harga normal. “Memang kalau di Majalengka stoknya sulit (untuk barang cabai setan),” ucapnya.
Pedagang lainnya, Pandi (42) mengatakan, langkanya stok cabai setan akibat cuaca ekstrim, membuat para pembeli beralih ke cabai jenis lainnya.
Diketahui, cabai rawit dan cabai kering menjadi pilihan para pembeli. “Ya ada juga yang beralih, dari cabai setan ke rawit sama ke kering. Harganya juga lebih murah, tapi untuk kepedasan jelas cabai setan yang dicari,” jelas Pandi.
Salah satu pembeli yang beralih ke cabai kering adalah Yanti, Dia mengaku, dirinya terpaksa membeli cabai kering.
Pasalnya, selain banyaknya cabai setan yang dijual busuk, harga cabai tersebut terbilang mahal saat ini. Ia biasanya membeli sekitar Rp100 ribu per kilogram.
Namun saat ini harganya melambung hingga Rp140 ribu per kilogram. “Ya terpaksa beralih ke cabai kering. Cabai setan mahal, terus stoknya sedikit. Dilihat juga ada yang busuk,” katanya. (Munadi)















































































































Discussion about this post