INDRAMAYU, (FC).- Memasuki hari ketiga, Rabu (10/2), bencana banjir yang terjadi di 22 kecamatan di Kabupaten Indramayu masih belum surut.
Upaya penanggulangan banjir pun terus dilakukan sejumlah pihak terkait, trmasuk menyelamatkan korban banjir dan lainnya.
Akibat banjir, membuat puluhan ribu jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat aman seperti ke balai desa dan kantor kecamatan, sekolah, masjid, bahkan di bahu jalan jalur utama pantai utara (pantura).
Sementara itu, banjir yang menggenangi jalur utama pantura di Kecamatan Losarang maupun di Kecamatan Kandanghaur sudah mulai surut, Rabu (10/2).
Meski demikian, tenda darurat pengungsi masih berdiri di jalur pantura. Pemandangan ini terlihat di jalur pantura Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, serta Desa Karanganyar, Cilet dan Parean, Kecamatan Kandanghaur.
Para pengungsi mendirikan tenda di jalur arah Jakarta. Namun, lebih banyak warga yang memilih mengungsi di masjid-masjid.
Kepala Sekretariat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Caya membenarkan hal itu.
Baca juga: Bupati Nina Tinjau Lokasi Banjir Indramayu
Dikatakannya, jumlah keseluruhan pengungsi selama tiga hari terakhir, mencapai 77.752 jiwa. Dari jumlah itu, sudah ada yang kembali ke rumahnya masing-masing.
Berdasarkan pendataan pada tanggal 8-10 Februari 2021 pukul 12.00 WIB, papar Caya, banjir merendam 22 kecamatan di Kabupaten Indramayu dengan jumlah 25.206 rumah warga yang terendam.
Ketinggian air yang merendam rumah warga bervariasi antara 30 sampai dengan 50 centimeter. Bahkan, ada yang mencapai 2-3 meter yang terjadi di Desa Karang Tumaritis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.
“Dari jumlah rumah yang terendam tersebut, ada 11 rumah yang rusak berat,” kata dia, Rabu (10/2).
Sedangkan banjir yang merendam 22 kecamatan itu, yakni di Kecamatan Indramayu, Sindang, Pasekan, Lohbener, Jatibarang, Widasari, Tukdana, Kertasemaya, Sukagumiwang, Krangkeng, Lelea, Cikedung, Kroya, Gabuswetan, Bongas, Losarang, Cantigi, Kandanghaur, Anjatan, Haurgeulis, Gantar dan Terisi.
Baca juga: Puluhan Kecamatan di Indramayu Ditetapkan Tanggap Darurat Bencana Banjir
“Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi 29 tempat ibadah dan 83 fasilitas umum (fasum) yang tersebar di 22 kecamatan. Selain itu, 2.096 sawah dan tambak milik warga juga ikut terendam,” paparnya.
Koordinator Lapangan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Indramayu, Waminudin, menyebutkan, masjid yang kini masih menjadi lokasi pengungsian di antaranya adalah Masjid Alhuda di Desa Eretan Kulon. Di desa itu, sedikitnya 280 warga yang mengungsi.
“Di tempat ini sudah ada dapur umum mandiri,” ucapnya. (Agus)






































































































Discussion about this post