KAB. CIREBON, (FC).- Empat desa di Kecamatan Susukan terendam banjir. Penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi sejak Minggu sore hingga pukul 02.00 WIB, Senin (18/1).
Camat Susukan Wawan menyampaikan, ratusan rumah dan ribuan hektare sawah di 4 desa meliputi Desa Bojong Kulon, Susukan, Bunder, dan Desa Jati Anom terendam banjir sejak pagi dini hari.
Dibeberkan Wawan, berdasarkan kejadian banjir terakhir pada (29/12) lalu. Penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih sepuluh jam semalaman hingga pagi.
“Juga dikarenakan hujan di Kabupaten Majalengka, yang akhirnya kita dapat kiriman air dari sana juga terutama dari beberapa wilayah seperti Rajagaluh, Lewimunding, dan beberapa wilayah lainnya,” papar Wawan kepada FC.
Ditambah dengan pendangkalan serta penyempitan sungai Wangan Ayam akibat sedimen-sedimen seperti pasir dan yang lainnya. Sehingga, seluruh blok dan 2 desa terendam parah oleh banjir.
Untuk penyempitan sungai atau irigasi Wangan Ayam di wilayah Bunder dikarenakana danya pembangun perumahan BTN, dan karena itulah air sulit untuk cepat mengalir dan surut.
“Dengan lebar awal 10 meter berubah menjadi 2 meter akibat ada pembangunan rumah BTN itu,” tuturnya.
Wawan berharap ada langkah khusus kedepannya dari pemerintah pusat, dan pemerintah provinsi dalam mengatasi masalah ini, karena sungai Wangan Ayam ini termasuk pada wilayah BBWS.
Disisi lain, Ketua RT/027 RW/04 Desa Bojong Kulon Acung Suryadi mengatakan, pada pukul 19.00 malam hingga pagi pukul 02.30 WIB hujan terus menerus mengguyur wilayahnya.
Luapan air pun sudah mulai masuk jalan pada pukul 02.30 WIB dini hari, Senin (18/1).
“Tidak hanya karena hujan deras, tapi tanggul sungai yang terlalu rendah dan belum dipondasi menyebabkan sungai alam yaitu Wangan Ayam meluap setelah debit air naik,” kata Acung.
Seperti banjir pada beberapa waktu yang lalu, pada saat banjir pertama di bulan Januari ini, air yang masuk pun cukup deras dan cepat menggenangi ratusan rumah di 2 desa yaitu Bojong Kulon dan Susukan.
“Hitungannya cukup cepat yaitu bisa dibilang debit air yang masuk itu permenit. Mulai dari air yang masuk menuju Desa Bojong Kulon Dusun Majasri, lalu ke Blok Karang Nunggal, dan berlanjut menuju wilayah barat di Balai Desa Susukan,” papar Acung.
Makanya, sambungnya, tidak sempat warga memiliki waktu untuk menyelematkan barang-barang berharga.
Karena, yang terpenting untuk keselamatan, dan memang segera setelah air masuk warga dibangunkan untuk mengungsi.
Setelah warga diungsikan, debit air terus menerus naik hingga subuh hampir mencapai pinggang orang dewasa. Meskipun turun, hanya beberapa centimeter saja.
Lalu, masih kata Acung diantara ratusan rumah di kedua desa yang terendam banjir luapan Sungai Wangan Ayam ini, debit air paling tinggi berada di Blok Karang Nunggal.
Sementara itu, warga Blok Ranca Mulya, Sono mengatakan, akibat banjir dadakan ini dirinya bersama warga lain belum sempat menyelamatkan barang-barang.
“Belum ada barang-barang yang diangkut, baru orang-orang saja diungsikan, dan kendaraan roda 4 yang dipindahkan ke wilayah jembatan,” ucap Sono.(Sarrah)
Baca juga: Kapolresta Tinjau Lokasi Banjir di Susukan











































































































Discussion about this post