KUNINGAN, (FC).- Bursa ketua Korpri Kabupaten Kuningan nampaknya mulai menghangat, mengingat H. Dian Rachmat Yanuar telah dua periode memimpin. Namun memang tidak ada aturan mengikat batasan memimpin Korpri kabupaten Kuningan.
Menurut Pengamat Kuningan Sujarwo, jika H. Dian Rachmat Yanuar yang kini menjabat Sekretaris Daerah telah dua periode mempimpin dan tidak kembali mencalonkan atau dicalonkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Kuningan, tentunya akan memberi peluang dan keleluasaan kepada siapapun yang berstatus ASN di Kabupaten Kuningan untuk mendapat amanah/kepercayaan sebagai nahkoda organisasi ASN tersebut.
“Terlebih ada regulasi yang menyiratkan, bahwa untuk menduduki posisi Ketua Korpri tidak mutlak harus seorang birokrat atau ASN yang menduduki jabatan tertinggi di struktur ASN di tingkat kabupaten, seperti pak Dian yang menduduki jabatan Sekda,” jelas Mang Ewo, Minggu (3/1).
Jika benar, lanjut Mang Ewo, terbukanya peluang tesebut, dapat dipastikan akan menjadi ajang persaingan terbuka dari para birokrat yang berstatus ASN untuk berkompetisi mendapatkan amanah sebagai Ketua Korpri.
“Dari nama yang sudah mulai muncul akan maju mencalonkan, seperti nama Toharudin yang saat ini menjabat sebagai Kadisparpora nampaknya cukup berpeluang. Yang bersangkuatan selain saat ini sudah menyandang gelar akademik tertinggi yakni Doktor, sosok Toharudin juga dikenal aktif pada berbagai organisasi,” kata Mang Ewo.
Dengan kata lain, sosok Toharudin merupakan sosok yang aktif dalan dunia ‘pergerakan”. Karir yang bersangkutan di lingkup birokrasi Pemkab Kuningan termasuk cemerlang, bahkan tidak berlebihan jika mendapat predikat rising star.
Selain sosok Toharudin, lanjut Mang Ewo, disinyalir masih ada sosok birokrat lain yang akan ikut berkompetisi untuk menempati singgasana Ketua Korpri itu yang akan digelar pada 7 Januari 2021.
“Tentunya semakin banyak kompetitor yang akan bersaing pada helatan Korpri nanti, diharapkan dapat menjadi ajang kompetisi yang lebih berkualitas dan akan menghasilkan sosok yang berkualitas untuk Ketua Korpri,” ujar Mang Ewo.
Namun Mang Ewo juga mengingtakan, yang harus dihindari dalam proses pemilihan Ketua Korpri nanti, yakni adanya intervensi dari pihak lain serta adanya budaya “restu” dari Pimpinan tertinggi lembaga Eksekutif. (Ali)
















































































































Discussion about this post