KAB. CIREBON, (FC).- Panitia pendaftaran calon ketua Forum Komunikasi Kuwu Cirebon (FKKC) telah dibuka. Pendaftarannya sendiri dibuka selama lima hari, mulai dari tanggal 17 sampai 21 Desember 2020) di sekretariat FKKC Kabupaten Cirebon, jalan Sultan Hasanuddin, Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Panitia Pemilihan Ketua FKKC, Sunardi mengungkapkan, pembukaan pendaftaran bagi calon ketua FKKC dibuka sejak tanggal 17 sampai 21 Desember. Meskipun hari minggu juga tetap buka agar calon tetap terfasilitasi untuk mendaftarkan diri.
Sunardi menjelaskan, persyaratan umum bagi para calon terdiri sudah termaktub dalam aturan yang salah satunya harus memegang bukti surat dukungan dari Kuwu lainnya.
“Syarat yang pertama adalah minimalnya mengantongi 103 dukungan atau seperempat dari jumlah seluruh Kuwu di Kabupaten Cirebon, kemudian minimalnya menjabat Kuwu menyisakan 3 tahun. Dan syarat pendaftar pertama atas nama Lili Mashuri Kuwu Cipeujeuh Kulon sudah lengkap secara keseluruhan,” kata Sunardi, Kamis (17/12).
Mantan Kuwu Cempaka menambahkan, teknis pemilihan yakni yang berhak memilih Kuwu pada saat Musyawarah Besar (Mubes) yakni Kuwu Definitif dan Kuwu Pengganti Antar Waktu (PAW).
“Insyaalah Mubes akan berlangsung pada Rabu 23 Desember 2020. Tempatnya di hotel The Radiant, Desa Patapan, Kecamatan Beber,” katanya.
Dirinya juga memastikan sudah mengantongi izin dari satgas Covid-19 sehingga diperbolehkan lakukan Mubes dengan catatan terapkan protokol kesehatan.
Sementara itu, Kuwu Cipeujeuh Kulon, Lili Mashuri mengatakan, dengan adanya dukungan dari rekan Kuwu, tentunya menjadi optimis dan modal dalam memberanikan diri untuk mendaftar sebagai calon Ketua FKKC Kabupaten Cirebon mendatang.
“Alasanya cukup logis. Alhamdulillah dukungan dari 143 rekan Kuwu lainnya sudah saya kantongi,” kata Lili.
Dalam pencalonannya, tentunya visi dan misi sudah dipersiapkan sebagaimana mestinya. Sedangkan misi yang diusung lainnya yakni menyediakan fasilitas pengacara bagi Kuwu yang bertujuan bilamana Kuwu terjadi masalah baik internal dan eksternal.
“Yang penting hubungan komunikasi dengan siapaun harus dijalin. Seperti kalangan profesi wartawan dan pengacara untuk membekup bilamana terjadi permasalahan yang menimpa Kuwu,” ungkapnya.
Jalinan komunikasi dengan Muspika sampai dengan Muspida, kata Lili juga menjadi prioritas. Karena Kuwu sebagai pondasi negara sehingga nantinya desa dapat bersinergi untuk membangun Kabupaten Cirebon.
“Kalau saya terpilih akan mengkolaborasikan antar Kuwu dari setiap wilayah yang ada di Kabupaten Cirebon. Supaya bisa sinergi untuk membangun Kabupaten Cirebon,” jelas Lili. (Ghofar)














































































































Discussion about this post