Oleh: Ervina K
Mahasiswi IAI Cirebon
Sudah hampir satu tahun Negara Indonesia mengalami wabah yang cukup sulit untuk dihilangkan, bahkan bisa dikatakan wabah ini lebih berbahaya dari DBD bahkan Flu Burung.Sedih sekali rasanya melihat kehidupan yang benar-benar berubah total, namun dibalik wabah ini banyak sekali hikmah yang tentunya dapat dirasakan oleh semua manusia satu dunia. Salah satu penyakit SARS-CoV-2 ini tentunya tidak dapat langsung menyerang seseorang, yang artinya jika seseorang terpapar penyakit ini maka akan muncul gejala-gejala dari yang ringan hingga berat.
Sayangnya, hingga saat ini masih banyak orang yang tiba-tiba terpapar tanpa adanya gejala.Hal ini tentunya lebih berbahaya dari yang terindikasi melalui gejala, seperti yang kita ketahui gejala umum yang sering dirasakan para pasien covid-19 ini biasanya diawali dari demam.Demam menjadi salah satu faktor utama seseorang yang terindikasi covid-19, suhu tubuh yang meningkat hingga 38° menjadikan ciri awal dari mulanya covid-19 itu yang menyerang tubuh manusia. Tidak tahu kenapa gejalanya sama seperti demam biasa, kemudian perlahan-lahan gejalanya merambat pada batuk juga flu yang kemudian diikuti dengan sesak nafas.
Kini, kasus covid-19 semakin hari semakin melunjak saja.Begitu terisis hati ini melihat lonjakan kasus yang semakin signifikan, jika kita lihat perolehan data seluruh Indonesia saat ini sudah mencapai sebanyak 282.724 orang terkonfirmasi.10.601 orang meninggal dunia dan 210.437 orang sembuh.Tercatat semua dari 34 Provinsi dan 497 KAB/KOTA, termasuk Jawa Barat.Di Jawa Barat sendiri ada sebanyak 21.759 orang terkonfirmasi, sembuh 13.279 orang dan meninggal 405 orang.
Saat ini, pada perolehan data Selasa, 29 September 2020 ada sebanyak 316 kasus baru yang tercatat di Jawa Barat. Begitu miris melihat keadaan semakin lama semakin teriris, keadaan pun semakin gawat dan meningkat.Mari kita lihat kondisi di Cirebon sendiri baik Kota maupun Kabupaten, tak lama akhir-akhir ini Kota kesayangan kita kembali ditandai warna merah.
Sedih campur miris, kenapa masih belum ada perkembangan yang membaik?Perolehan data dari Kabupaten dahulu, tercatat ada sebanyak 787 kasus hingga saat ini.Diantaranya, 236 orang dengan gejala.551 orang tanpa gejala, 39 meninggal dunia, 446 selesai isolasi, dan 302 dirawat. Itu semua berdasarkan data dari awal tercatat hingga akhir bulan September 2020 ini, mari kita lihat perolehan data covid-19 di Kota Cirebon.
Tercatat ada 250 kasus, 85 sedang isolasi, 149 selesai isolasi, dan 16 lainnya meninggal dunia. Seringkali beberapa orang nampaknya acuh dengan masalah yang sedang merambat di Indonesia ini, pemerintah sudah berteriak kencang tentang himbauan yang mengharuskan kita harus selalu menjaga diri dan tentunya melindungi orang-orang yang juga kita sayang.
“Pakai masker, pakai masker, pakai masker”. Tak pernah bosan aparat pun turut menghimbau warga, setidaknya itulah cara terbaik untuk mengurangi lonjakan kasus yang terjadi. Tak dipungkiri, masih saja ada warga yang nampaknya tidak mendengar. Kemudian menjaga jarak, jika dari apa yang saya amati di Cirebon sendiri hal ini masih belum bisa terlaksana, psbb pun pernah dilakukan dan tetap saja jatuhnya seperti sedang tidak menjalankan psbb.
Sedikit miris, saat melihat masih saja ada beberapa warga yang berani mengadakan hajatan ditengah pandemi ini bahkan masih ada yang bolak-balik keluar Kota.Lucu, saat sekolah masih melakukan belajar jarak jauh namun sesuatu hal yang resiko terkenanya tinggi justru masih terus dilakukan layaknya tradisi. Ketahuilah, bahwa orang yang terpapar tanpa gejala itu lebih berbahaya daripada yang lain.
Kita tidak tahu siapa-siapa saja yang membawa virus itu dan menularkan kepada kita, pun kita juga tidak sadar tahu-tahunya positif sebab terkena tanpa gejala.Kalau bisa dibilang, mungkin bukan hanya saya yang berkata tentang keadaan ini yang lama-kelamaan semakin runyam saja.Pekerjaan semakin sulit didapat, penghasilan semakin berkurang pun ditambah keadaan yang menyulitkan semuanya.
“Kalau tidak keluar sama saja tidak makan”.Begitulah kata para warga mengenai Cirebon yang kembali ditandai warna merah, kalau bicara tentang hak dari pemerintah kadang kala pembagiannya masih banyak yang tidak merata.Ada yang dapat pun ada yang tidak dapat, bukan perihal rejekinya.Namun, tetap menurut saya itu sungguh kurang adil.
Sampai kapan pandemi berakhir?Saat ini, belum ada yang tahu pasti kapan semuanya kembali seperti biasa.Tetap saja, jika pun hilang semuanya tidak begitu bersih. Semuanya akan membekas, hidup pada kehidupan baru yang mungkin akan lebih banyak rasa takut yang menyelimuti kita. Perlu kita tahu juga, vaksin sampai saat ini masih dalam uji lab. Jika vaksin covid-19 ini lulus uji maka nantinya ditahun 2021 akan diedarkan diseluruh pt Biofarma di Indonesia, untuk waktunya sendiri belum pasti.
Maka dari itu, perbanyaklah do’a untuk menghadapi keadaan asing ini, mari mulailah kembali kesadaran anda dalam memperkecil persebaran covid-19 dengan selalu mematuhi protokol kesehatan dari Pemerintah. Bukan semata-mata memaksa, sebenarnya keadaanlah yang mengharuskan kita dalam mengubah pola hidup yang jauh dari sebelumnya.Kurangilah makanan tidak sehat dan mulai dengan buatan sendiri juga diselingi air putih yang banyak untuk tubuh, kurangi juga dalam bertemu banyak orang.Indonesia harus kembali pulih, eratkan tangan kita untuk melawan kesulitan yang sedang membelenggu kita semua.
















































































































Discussion about this post