KUNINGAN, (FC).- Petugas UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Kuningan kembali menangani operasi penyelamatan yang tidak biasa.
Kali ini, petugas mengevakuasi seorang pria yang alat kelaminnya terjepit di dalam botol plastik minuman hingga mengalami pembengkakan.
Peristiwa yang menimpa pria berinisial AR, warga Kecamatan Kuningan, itu terjadi pada Minggu (28/6) malam. Laporan diterima UPT Damkar sekitar pukul 21.00 WIB dari seorang pelapor bernama Agn, setelah korban lebih dahulu dibawa ke salah satu rumah sakit di Kabupaten Kuningan.
Menurut Agn, korban semula hanya mengeluhkan rasa sakit tanpa menjelaskan penyebabnya. Setelah terus didesak oleh sang istri, korban akhirnya mengaku alat kelaminnya tersangkut di dalam botol plastik dan tidak dapat dilepaskan karena sudah membengkak.
“Korban sempat menahan rasa sakit dan hanya berbaring. Setelah istrinya terus menanyakan penyebabnya, akhirnya korban mengaku alat kelaminnya masuk ke dalam botol plastik dan tidak bisa dilepaskan. Karena panik, keluarga langsung membawanya ke rumah sakit,” ujarnya.
Namun, pihak rumah sakit mengaku tidak memiliki peralatan yang memadai untuk menangani kondisi tersebut. Petugas medis kemudian meminta bantuan UPT Damkar Satpol PP Kabupaten Kuningan.
Merespons laporan tersebut, empat personel Regu 3 Damkar langsung diberangkatkan pada pukul 21.08 WIB dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian.
Dengan menggunakan peralatan penyelamatan serta prosedur yang hati-hati, petugas berhasil melepaskan botol plastik yang menjepit alat kelamin korban dalam waktu sekitar 20 menit.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan operasi penyelamatan berjalan lancar. Ia menegaskan, tugas Damkar tidak hanya sebatas memadamkan kebakaran, tetapi juga memberikan layanan penyelamatan dalam berbagai kondisi darurat.
“Damkar memiliki tugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga memberikan layanan penyelamatan terhadap berbagai kondisi darurat yang membutuhkan peralatan dan keahlian khusus. Kami berupaya menangani setiap laporan dengan cepat, profesional, dan mengutamakan keselamatan korban,” katanya.
Andri mengimbau masyarakat agar segera melaporkan setiap kondisi darurat yang membutuhkan bantuan petugas sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Kasus tersebut menambah daftar operasi penyelamatan nonkebakaran yang ditangani UPT Damkar Kabupaten Kuningan. Selain kebakaran, petugas juga kerap melakukan evakuasi kecelakaan, penyelamatan hewan, hingga penanganan berbagai kondisi darurat lainnya yang memerlukan kemampuan teknis serta peralatan khusus. (Angga)








































































































Discussion about this post