KAB.CIREBON, (FC).- Perbaikan infrastruktur jalan dan perluasan penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi aspirasi utama yang disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Tinah, saat menggelar reses di Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Senin (29/6).
Berbagai usulan yang dihimpun dari masyarakat tersebut akan dibawa ke pembahasan bersama pemerintah daerah sebagai bahan penyusunan skala prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Cirebon.
“Sebagian besar masyarakat mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berharap Program Indonesia Pintar dapat menjangkau lebih banyak siswa yang membutuhkan,” ujar Tinah.
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, persoalan infrastruktur masih menjadi kebutuhan paling mendesak di sejumlah wilayah. Menurutnya, jalan yang rusak menghambat mobilitas warga sekaligus berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan warga selama reses akan diperjuangkan melalui rapat bersama pemerintah daerah dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Hasil reses ini akan kami bawa ke forum pembahasan agar dapat menjadi prioritas dalam program pembangunan daerah,” tegasnya.
Tinah menambahkan, reses merupakan agenda penting bagi anggota legislatif untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat sehingga kebijakan yang diambil dapat menjawab persoalan nyata di lapangan.
Sementara itu, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Karangwareng, Jhon Kenedi Kushenrang, menilai kegiatan reses menjadi wadah efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, terutama terkait infrastruktur dan bantuan pendidikan.
“Harapan masyarakat sederhana, jalan yang rusak segera diperbaiki dan anak-anak yang memenuhi syarat bisa memperoleh bantuan Program Indonesia Pintar,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Karangwareng juga menggelar peringatan Bulan Bung Karno sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah bangsa.
Peringatan tersebut mencakup tiga momentum penting, yakni kelahiran Ir. Soekarno pada 6 Juni 1901, lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, serta wafatnya Proklamator RI pada 21 Juni 1970.
Menurut Kenedi, Bung Karno merupakan tokoh yang meletakkan dasar ideologi bangsa melalui pidato bersejarah pada sidang BPUPKI yang melahirkan Pancasila sebagai dasar negara.
“Pancasila adalah pemersatu bangsa sekaligus pedoman dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menegaskan, PDI Perjuangan akan terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat desa sebagai bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat sekaligus menghadapi agenda politik ke depan.
Rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno juga diisi dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim serta penyerahan Surat Keputusan (SK) kepengurusan ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Karangwareng.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Semoga semangat gotong royong terus terjaga dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkas Kenedi. (Nawawi)









































































































Discussion about this post