KOTA CIREBON, (FC),- Batik Kriyan Asal Kota Cirebon kini sudah memiliki pangsa pasar Internasional, khususnya di Korea Selatan (Korsel).
Tidak hanya Korsel, banyak juga wisatawan manca negara yang kerap mengunjungi lokasi produksinya dan juga membeli produknya.
Namun ironisnya, Batik Kriyan ini masih belum memiliki eksistensi yang cukup di kalangan masyarakat Kota Cirebonnya sendiri, berbeda dengan Batik Trusmi yang sudah terkenal di mancanegara apalagi di daerahnya.
“Kami, sebenarnya sudah memiliki pangsa pasar untuk di Korea Selatan. Namun, untuk mempermudah mengenalkan sebuah karya atau produk suatu daerah baiknya kan jika masyarakat sudah memakai atau menggunakan produk itu tersebut dulu, agar lebih mudah,” ungkap Pelatih atau Trainer Asal Pasuruan Feri Sugeng Sulistyo, Jum’at (18/9).
Menurutnya, walaupun sudah dikenal di luar negeri tapi kurang dikenal di daerah tempat produksinya sendiri. Hal itu dirasa percuma, karena justru hanya akan mempersulit pengembangan kedepannya.
“Saya bisa katakan akan sulit dikenal, karena jika ada wisatawan bertanya dimana tempat produksi batik kriyan, atau bertanya apa itu batik kriyan, lalu kita tidak tahu dan tidak mengenal, maka hanya akan menjadi keraguan dan tidak mau lagi untuk berkunjung atau membeli,” kata Feri kepada FC.
Feri mengungkapkan, sempat ada beberapa turis yang datang kesulitan mencapai lokasi Batik Kriyan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait batik kriyan, kurangnya rute atau penunjuk arah, dan akses jalan yang kurang baik.
















































































































Discussion about this post