Feri menyampaikan, Batik Kriyan ini tidak hanya membutuhkan bantuan dari Korea Selatan saja. Meski pemerintah kerap kali membantu, namun yang diharapkan Feri bukan hanya beberapa kali melainkan bantuan dari Pemerintah Kota secara aktif.
“Ini memang kerjasama dengan Korea Selatan, tapi ni juga merupakan keuntungan dan kebanggaan bagi kita semua terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, sehingga kita memerlukan bantuan dan perhatian lebih agar wilayah Kriyan ini jadi produktif dan dapat menjadi Kampung Batik seperti di tempat lainnya,” tandasnya.
Selaku pelatih atau Trainer di Batik Feri berharap dukungan maksimal pemerintah, masyarakat dan media untuk eksistensi Kriyan Barat sebagai Kampung Batik.
“Saya juga berharap teman-teman dari media membantu kita di Kriyan ini agar lebih terekspos dan lebih dikenal terutama untuk warga Kota Cirebonnya itu sendiri,” ucap Feri.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Agus Suherman mengatakan, hal pertama masyarakat setempat terlebih dulu yang perlu mendukung Batik Kriyan ini, agar dapat mempermudah publikasi.
“Ya, pertama dukungan masyarakat sekitar terlebih dahulu, inshaallah kedepannya untuk publikasi akan mudah dan juga batik Kriyan merupakan Concern kami tidak hanya sebelah pihak saja tetapi perlu ada kolaborasi masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda),” ucap Agus.
Adapun, bantuan yang akan diberikan lebih kepada penataan area Kriyan Barat menjadi tempat wisata kampung batik. Karena, untuk saat ini masih belum ada tanda penunjuk arah yang membuat Kriyan barat memiliki identitas seperti kampung batik lainnya.
“Kita akan terus mendukung dan membantu penuh, berikut dengan masyarakat juga perlu turut andil dalam memajukan batik kriyan,” ujarnya saat ditemui di Alun-alun Kasepuhan Kota Cirebon, Minggu (20/9).(Sarrah/Job/FC)
















































































































Discussion about this post