KAB. CIREBON, (FC).- Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) merupakan program pemerintah yang telah diluncurkan Presiden RI pada tanggal 14 Mei 2020. Program ini bertujuan agar UMKM terhubung dengan ekosistem digital dengan target tambahan berupa 2 juta UMKM melakukan transaksi digital (onboarding).
Sebagai wujud dukungan Bank Indonesia khususnya di daerah terhadap program Gernas BBI, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menyelenggarakan kegiatan Gernas BBI bertempat di Pasar Sentra Batik Trusmi Cirebon, Selasa (15/9).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, Bakti Artanta dalam sambutannya menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya perluasan akseptasi QRIS berbasis komunitas khususnya di Pasar Seni, dalam hal ini di Cirebon adalah Pasar Batik, serta dorongan penggunaan QRIS melalui e-commerce.
Kegiatan Gernas BBI ini dituangkan dalam webinar Sosialisasi QRIS dan dan Transformasi Bisnis UMKM di Era Revolusi Industri 4.0 dengan bersinergi bersama perbankan, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP), Pemerintah serta otoritas terkait dalam rangka percepatan digitalisasi antara lain melalui dukungan digitalisasi UMKM, mengingat pemberdayaan sektor riil dan UMKM tidak dapat dilakukan secara parsial.
“UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian perlu beradaptasi dengan perubahan yang cepat akibat penetrasi inovasi berupa teknologi digital. Keberadaan inovasi teknologi digital diharapkan akan mendukung perkembangan UMKM termasuk sektor industri kreatif yang optimal menuju terwujudnya kemandirian dan daya saing dalam era globalisasi,” kata Kepala KPwBI Cirebon, Bakti Artanta
Webinar berlangsung dalam 2 sesi dimana pada Sesi 1 dilakukan sosialisasi QRIS yang disampaikan oleh perbankan yaitu Mandiri Syariah dan BJB serta PJSP yaitu LinkAja.
Sosialisasi QRIS terus dilakukan kepada UMKM dan masyarakat guna menggaungkan manfaatnya diantaranya efisiensi dan efektivitas layanan pembayaran non tunai di sektor retail yang inklusif khususnya segmen mikro, mengakselerasi berbagai program terkait keuangan inklusif dan nontunai serta mendorong kolaborasi di ekosistem pembayaran.
Pada Sesi 2, Shopee sebagai salah satu aplikasi marketplace yang diterima masyarakat memaparkan bagaimana UMKM perlu melakukan transformasi di era digital dengan mulai memperluas penjualan melalui marketplace mengingat saat ini potensi penjualan melalui online sangat besar.
“Harapannya, dengan kegiatan ini masyarakat Indonesia secara umum dan Cirebon secara khusus dapat lebih mencintai dan menggunakan karya anak bangsa, utamanya produk UMKM lokal termasuk sektor industri kreatif serta pelaku UMKM mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digitalisasi,” ujar Bakti. (Andriyana/Rls)
Baca juga: Produk UMKM Binaan BI Cirebon Tembus Pasar Ekspor Afrika Selatan
















































































































Discussion about this post