KUNINGAN, (FC).- Gerakan bagi masker dan sosialisasi menggunakan masker yang benar sebagai salah satu dari protokol kesehatan secara masif gerak cepat terus dikampanyekan dan disosialisasikan ke jajaran pemerintah daerah.
Untuk itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menghadiri launching pembagian 1,2 juta masker di Kabupaten Kuningan, Sabtu (15/8).
Hadir pada acara tersebut Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Dalam Negeri, Bupati Kuningan H. Acep Purnama beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kuningan, Walikota dan Bupati serta Forkopimda Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Majalengka serta tamu undangan lainnya.
Agenda Mendagri di Kuningan sebagai realisasi dari janji dari ‘tantangan’ Mendagri kepada para kepala daerah, apabila ada daerah yang bisa lakukan gerakan sejuta masker maka Mendagri akan hadir secara langsung sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap pemerintah daerah yang memiliki gagasan dan program riil dalam melakukan gerakan melawan Covid-19.
Menurut Mendagri, berdasarkan hasil beberapa penelitian menunjukkan kalau setiap orang menggunakan masker terutama di tempat publik dan saat bertemu orang lain, itu bisa mengurangi potensi penularan.
Kurva penularan bisa berkurang. Bahkan ada yang menyatakan potensi penularan bisa berkurang 50 persen dan 60 persen.
“Tapi intinya bermanfaatlah dan efektif. Oleh karena itu Bapak Presiden menghendaki agar sosialisasi ini dilakukan masif dan dilaksanakan mulai dengan langkah-langkah persuasif, yaitu membagi masker, seperti Gerakan Sejuta Masker di Kabupaten Kuningan ini,” kata Tito
Menteri Tito juga berharap, gerakan pembagian masker ini tidak bersifat top down. Artinya, tidak hanya di inisiasi dan dimobilisasi oleh pemerintah baik pusat dan daerah.
Namun gerakan pembagian masker ini bisa jadi gerakan bersama.
Jadi gerakan yang juga dimobilisasi oleh elemen masyarakat lain di luar pemerintah. Sehingga semua elemen bergotong royong dalam gerakan pembagian masker ini.
“Sebelumnya Pak Mendagri berjanji melontarkan ‘tantangan’ kepada para kepala daerah, apabila ada daerah yang bisa lakukan gerakan sejuta masker maka Mendagri akan hadir secara langsung. Pak Mendagri berkenan hadir di acara launching Gerakan Bagi Masker di Kabupaten Kuningan, nah ini patut dan selayaknya diapresiasi bagi daerah-daerah yang miliki keseriusan dalam melakukan gerakan melawan Covid-19 sebagai model untuk dipraktikkan di daerah lain,” ungkap Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri, Bahtiar.
Bahtiar juga mengajak semua elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif mengkampanyekan gerakan bagi masker.
Gerakan ini bertujuan untuk membangun komitmen bersama dan menggugah kesadaran masyarakat agar disiplin mengenakan masker secara benar.
Bupati Kuningan menjelaskan, Program Gerakan Sejuta Masker dicanangkan dimana pemakaian masker yang tepat menjadi cara efektif untuk mencegah dan menekan penyebaran virus covid-19.
Selain itu juga gerakan ini merupakan salah satu bentuk mendukung program nasional dalam memutus mata rantai covid -19.
“Kami harapkan penggunaan masker ini dapat dibudayakan dan menjadi adaptasi kebiasaan baru di kabupaten kuningan agar penularan covid-19 dapat diminimalisir,” ujar Acep (Bambang)










































































































Discussion about this post